kabarbursa.com
kabarbursa.com

Dukungan dari PKB, Deng Ical: IAS Harus Bertarung di Musda Golkar

Dukungan dari PKB, Deng Ical: IAS Harus Bertarung di Musda Golkar
Tangkapan Layar Foto Ilham Arief Sirajuddin Duduk Santai Bersama Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP), di salah satu kedai kopi di Makassar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Dukungan terbuka terhadap Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin menguat.

Kali ini, dukungan datang dari sahabat sekaligus mantan koleganya di pemerintahan Kota Makassar, Syamsu Rizal, atau yang akrab disapa Deng Ical.

Dalam sebuah momen yang mencuri perhatian, IAS terlihat duduk santai bersama Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP), di salah satu kedai kopi di Makassar, Kamis (19/6). Meskipun suasana pertemuan berlangsung hangat dan bersahabat, kehadiran Deng Ical di tengah perbincangan dua tokoh sentral Golkar itu menarik sorotan tersendiri.

Dikonfirmasi usai pertemuan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini duduk di Komisi I DPR RI tersebut menegaskan bahwa dirinya hadir atas nama silaturahmi. Namun lebih dari itu, ia secara gamblang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah politik IAS.

“Saya memang datang hanya menemani Pak IAS, silaturahmi saja. Tapi secara pribadi, saya dukung beliau. Dukungan moral saja, tapi tulus,” ujar Deng Ical, Sabtu (21/6).

Sebagai sahabat sekaligus orang yang pernah mendampingi IAS selama menjabat Wali Kota Makassar, Ical menyebut bahwa IAS layak untuk tampil kembali sebagai pemimpin partai di level provinsi.

“Beliau itu guru saya. Saya lihat Pak IAS punya kemampuan, pengalaman, dan kekuatan jaringan yang mumpuni untuk membawa Golkar kembali berjaya di Sulawesi Selatan. Saya support penuh,” tegasnya.

Deng Ical juga mengungkapkan keyakinannya bahwa IAS akan maju dalam Musda mendatang. Ia bahkan menyebut bahwa langkah itu bukan sekadar wacana, melainkan keputusan yang sudah matang.

“Setahu saya memang Pak IAS akan maju. Dan harus maju. Harus bertarung sampai puncak,” tegasnya

Meski berasal dari partai yang berbeda, Ical menekankan bahwa dukungan ini bukan soal bendera politik, tapi lebih kepada ikatan pribadi dan keyakinan terhadap kapasitas IAS untuk memimpin.

“Saya bukan kader Golkar, tapi saya sahabat. Kalau saya lihat ada sosok baik yang pantas memimpin, saya tidak ragu menyatakan dukungan. Ini bukan soal partai, ini soal kepercayaan pada orang,” tuturnya.

IAS sendiri dalam keterangannya menyebut bahwa pertemuan dengan TP bukan agenda formal, melainkan bagian dari komunikasi politik yang dibangun atas dasar saling menghargai dan memperkuat satu sama lain dalam tubuh Golkar.

“Kami ini ingin melihat Golkar semakin maju. Semangatnya bukan siapa lawan siapa, tapi bagaimana kita bisa saling menopang dan menjaga etika politik dalam berorganisasi,” ujar IAS.

Sikap ini juga diamini oleh Taufan Pawe. Ia menyebut bahwa perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi adalah keniscayaan, tetapi harus tetap dikelola dalam bingkai etika dan tanggung jawab bersama.

“Yang penting itu kita tetap menjaga Golkar. Kita beda pilihan boleh saja, tapi jangan sampai mengorbankan soliditas partai,” ucap TP.

IAS saat ini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Ketua DPD I Golkar Sulsel. Dalam beberapa pekan terakhir, ia gencar melakukan safari politik ke berbagai DPD II kabupaten/kota di Sulsel dan mendapat respons positif dari sejumlah kader.

error: Content is protected !!