kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Puluhan Mahasiswa Demo, Tuntut Penutupan Tambang Ilegal di Takalar

Puluhan Mahasiswa Demo, Tuntut Penutupan Tambang Ilegal di Takalar
Aksi Unjuk Rasa Di Depan Polres Takalar (Foto : Saleh Sibali KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Lingkungan menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, tepat di depan kantor Polres Takalar, Jumat (20/06). Aksi itu diwarnai dengan pembakaran ban bekas di tengah jalan lintas provinsi, sebagai bentuk protes keras terhadap keberadaan tambang yang diduga ilegal di wilayah hukum Polres Takalar.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Aditya Cokas mendesak Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahman, untuk menutup seluruh aktivitas pertambangan yang disebut-sebut beroperasi secara ilegal. Tambang-tambang yang dimaksud antara lain berinisial TB, MN, HO, STK, TL, PW, RG, dan NN.

Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut pencopotan Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta. Ia dituding menerima upeti hingga puluhan ribu rupiah per rit dari sejumlah penambang. Aditya juga menuding Kasat Reskrim membekingi empat lokasi tambang, bahkan menyebut ada dukungan dari oknum Kostrad Divisi 3.

“Kami kecewa, karena tidak ada satu pun perwakilan dari Reskrim, termasuk Kapolres Takalar, yang bersedia menemui kami,” ungkap Aditya di sela-sela aksi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kasat Reskrim Takalar, AKP Hatta, membantah seluruh tudingan tersebut. Ia mengklaim bahwa pihaknya bersama anggota telah turun mengecek lokasi tambang yang dimaksud.

“Saat kami cek, tidak ada aktivitas tambang di lokasi tersebut,” ujarnya singkat.

Ketika ditanya soal tudingan menerima upeti dari para penambang, AKP Hatta dengan tegas membantahnya. “Tidak ada,” jawabnya singkat.

Forum Mahasiswa Peduli Lingkungan menegaskan, jika tuntutan mereka tidak direspons, mereka akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.

error: Content is protected !!