kabarbursa.com
kabarbursa.com

PKB Sulsel Mulai Terima Kader Non-Muslim, Deng Ical: Sudah Terbukti

Hari ini, 84 Calon DPC PKB Se-Sulsel Jalani UKK
Bendera PKB dan Kader (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wakil Ketua Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB Zona Sulawesi, Syamsu Rizal MI (Deng Ical), menegaskan bahwa PKB kini berada dalam fase transformasi besar sebagai partai terbuka.

Perluasan basis partai tidak lagi terbatas pada kelompok kultural tradisional, tetapi kini merangkul non-NU dan non-Muslim, termasuk di Sulawesi Selatan.

“Kita sendiri (PKB) sudah menegaskan positioning partai yang sekarang menjadi partai terbuka. Makanya banyak rekrutmen besar di luar basis kultural, seperti non-NU dan non-Muslim. Dan banyak sekali sekarang pengurusnya,” terangnya, Kamis (04/12).

Menurut Deng Ical, perubahan ini bukan hanya konsep, tetapi sudah terbukti secara elektoral. PKB berhasil memenangkan sejumlah wilayah dengan komposisi pemimpin Kristen, seperti di NTT, Toba kampung halaman Luhut Binsar Pandjaitan dan Sibolga. Hal ini menjadi bukti bahwa PKB semakin diterima sebagai partai lintas identitas.

“Partai ini sudah mulai diterima sebagai partai terbuka. Banyak pengurus kita sekarang berasal dari non-NU dan non-Muslim. Ini yang ingin kita sebarkan ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Deng Ical menjelaskan bahwa perluasan basis partai dilakukan melalui dua jalur, ekspansi kultur dan ekspansi demografi. Selain memperluas jangkauan dari basis tradisional NU ke kelompok-kelompok Islam lain seperti Muhammadiyah, Hidayatullah, dan LDII, PKB juga secara aktif merangkul kelompok non-Muslim.

Sementara itu, secara demografis PKB mendorong wajah baru kepemimpinan dengan menghadirkan tujuh ketua harian milenial, termasuk tokoh-tokoh muda seperti Gielbran Muhammad Noor, Nadia Alfi Roihanq, Lukman Maulana, juga Muhammad Aji Pratama. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keterwakilan generasi milenial dan Gen Z yang sebelumnya belum menjadi basis pemilih PKB.

Transformasi tersebut juga diharapkan menjadi model penguatan organisasi PKB Sulsel, khususnya dalam pengisian struktur di wilayah yang masih kosong seperti Toraja, Toraja Utara, Palopo, Sidrap, dan Sopeng.

“PKB bukan meninggalkan identitasnya, tetapi memperluas rumah besar politik untuk semua,” pungkas Deng Ical.

Loading

error: Content is protected !!