kabarbursa.com
kabarbursa.com

Muktamar X PPP Memanas, Teriakan Perubahan hingga Lempar Kursi Warnai Pembukaan

Muktamar X PPP Memanas, Teriakan Perubahan hingga Lempar Kursi Warnai Pembukaan
Suasana Muktamar yang Memanas (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Forum Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta, Sabtu (27/09), langsung diwarnai ketegangan hingga ricuh.

Forum tertinggi di partai berlambang Ka’bah itu semula dibuka dengan nuansa meriah, namun seketika berubah panas saat Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, hendak menyampaikan sambutan.

Belum sempat pidato dibacakan sepenuhnya, sejumlah kader dari barisan belakang tiba-tiba meneriakkan yel-yel keras. “Perubahan, perubahan!” teriak mereka, yang kemudian diikuti oleh kader lain di sekitarnya.

Tak mau kalah, kader di barisan depan justru membalas dengan seruan berbeda. “Lanjutkan, ayo lanjutkan!” teriak mereka, mendukung kepemimpinan Mardiono agar tetap berlanjut.

Aksi saling balas teriakan itu membuat suasana ruangan muktamar memanas. Panitia penyelenggara terpaksa menghentikan sejenak jalannya acara, bahkan mengerahkan satuan tugas internal partai untuk menenangkan para kader.

Meski suasana belum sepenuhnya kondusif, Mardiono memilih tetap melanjutkan pidato pembukaannya. Namun, orasinya berulang kali terhenti karena teriakan kader yang terus menyuarakan tuntutan perubahan.

Setelah acara pembukaan Muktamar X selesai, Mardiono berjalan keluar dari lokasi acara sambil diantar sejumlah kader yang berteriak “Lanjutkan”. Mardiono juga menyempatkan diri untuk melakukan wawancara dengan awak media yang ada di lokasi. Di momen itu, tampak ada sekelompok kader PPP yang lewat sambil teriak ke arah Mardiono. Kader yang mendukung Mardiono pun membalasnya sehingga suasana menjadi semakin ricuh.

Beberapa kader pun tampak terlihat berkelahi hingga melempar kursi. Pihak pengamanan internal PPP pun berupaya melerai perkelahian.

Bahkan setelah acara resmi pembukaan usai, ketegangan belum mereda. Pada sesi wawancara bersama wartawan, sebagian kader kembali melontarkan teriakan “Perubahan”. Kondisi itu memaksa tim pengamanan internal menghentikan sesi wawancara lebih cepat dari jadwal.

Situasi panas dalam pembukaan Muktamar X PPP menunjukkan bahwa partai tengah menghadapi ujian soliditas yang serius. Teriakan “Perubahan” mencerminkan adanya kelompok yang menginginkan regenerasi kepemimpinan dan arah baru bagi PPP. Sebaliknya, kelompok “Lanjutkan” tampak ingin mempertahankan kepemimpinan Mardiono untuk menuntaskan agenda konsolidasi yang sudah berjalan.

Muktamar X PPP pun dipandang sebagai titik krusial, apakah forum ini mampu melahirkan konsensus yang memperkuat partai, atau justru menjadi panggung terbuka bagi pertarungan kepentingan internal.

error: Content is protected !!