KabarMakassar.com — Partai Hanura mulai menunjukkan keseriusannya menghadapi kontestasi Pemilu 2029. Di Kota Makassar, mesin partai mulai dipanaskan dengan fokus pada penguatan kaderisasi dan pembenahan struktur hingga ke tingkat kecamatan dan ranting.
Sekretaris DPC Hanura Makassar, Muchlis Misbah, menegaskan bahwa konsolidasi menjadi kata kunci. Menurutnya, Hanura tidak boleh lagi terjebak pada kelemahan internal, apalagi saat pesta demokrasi yang menentukan arah kebangkitan partai.
“Kalau struktur kuat dan kader baru terus direkrut, Hanura di Makassar bisa kembali eksis. Target kita minimal satu kursi di tiap dapil, berarti lima kursi di DPRD Makassar,” ujar Muchlis, Senin (22/09).
Kata Muchlis, pernyataannya selaras dengan arahan Ketua DPD Hanura Sulsel, Andi Muhammad Mappanyukki, yang sebelumnya menekankan bahwa pelantikan pengurus Hanura Sulsel bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari konsolidasi besar-besaran.
“Target kita jelas, Hanura harus kembali eksis di Sulsel. Satu dapil satu kursi, baik DPRD provinsi maupun DPR RI, itu yang kami kejar. Karena itu, pelantikan ini menjadi titik balik untuk kerja nyata, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.
Muchlis menilai, pembentukan struktur hingga ke ranting adalah pekerjaan mendesak. Tanpa basis kaderisasi yang kuat, sulit bagi Hanura untuk bersaing dengan partai lain yang lebih mapan.
“Makassar ini etalase politik Sulsel. Kalau di sini kita kuat, otomatis akan berpengaruh ke daerah lain. Itu sebabnya kita kejar pembenahan struktur sampai tuntas,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi intensif antara DPD dan DPC. “Kalau koordinasi lancar, partai ini bisa bersatu dan besar. Itulah yang harus ditingkatkan,” tegas Muchlis.
Lebih lanjut katanya, pelantikan pengurus DPD Hanura Sulsel pekan lalu dinilai menjadi momentum kebangkitan partai menuju 2029. Dengan konsolidasi menyeluruh, perekrutan kader potensial, serta regenerasi kepemimpinan di tingkat DPC, Hanura optimistis bisa bangkit dari tren penurunan kursi legislatif di pemilu sebelumnya.
“Hanura punya sejarah, pernah berjaya di Sulsel. Sekarang waktunya mengembalikan kejayaan itu. Dan Makassar menjadi kunci dari semua upaya ini,” tutup Muchlis.













