KabarMakassar.com — Joshua Van mencatatkan tonggak sejarah baru di dunia mixed martial arts setelah merebut gelar kelas terbang pada ajang UFC 323, Minggu (07/12).
Kemenangan ini menjadikannya petarung kelahiran Asia pertama yang berhasil menjadi juara UFC, sebuah pencapaian monumental bagi dunia olahraga bela diri global maupun bagi tanah kelahirannya, Myanmar.
Pertarungan melawan juara bertahan Alexandre Pantoja berlangsung intens sejak awal. Namun duel berakhir lebih cepat setelah Pantoja mengalami cedera patah tulang. Insiden terjadi ketika Pantoja mencoba melakukan tendangan yang berhasil ditahan oleh Joshua. Dorongan balasan Joshua membuat sang juara bertahan jatuh dalam posisi tidak tepat, menyebabkan lengannya patah dan tak dapat melanjutkan pertandingan.
Situasi ini membuka jalan bagi Joshua Van untuk mengamankan sabuk juara kelas terbang. Meski kemenangan datang melalui kondisi yang tidak ideal, pencapaian Joshua tetap mengukir sejarah.
Ia tidak hanya menjadi petarung kelahiran Asia pertama yang meraih gelar UFC, tetapi juga mencatatkan dirinya sebagai juara termuda kedua dalam sejarah organisasi tersebut.
Pada usia 24 tahun 57 hari, Joshua hanya kalah dari rekor Jon Jones yang menjadi juara saat berusia 23 tahun 243 hari. Prestasi ini menegaskan potensinya sebagai salah satu rising star paling berbahaya di UFC saat ini.
“Lihatlah saya, saya begitu beruntung. Sekarang dunia tidak akan pernah melupakan Joshua Van. Dan bagi rakyat Myanmar, sekarang dunia akan mengenal kita,” ujarnya dalam rilis resmi UFC, penuh emosi dan kebanggaan atas pencapaian bersejarah tersebut.
Joshua juga memberikan penghormatan tinggi kepada Pantoja, menyebutnya sebagai salah satu petarung terbaik sepanjang masa. Ia mengaku tidak menginginkan kemenangan dengan cara seperti itu, namun menegaskan siap menghadapi siapa pun yang akan ditetapkan UFC sebagai lawan berikutnya.
“Nama saya ‘The Fearless’. Saya akan bertarung melawan siapa pun yang mereka pilih untuk menghadapi saya,” tegasnya.
Selain meraih sabuk juara, kemenangan atas Pantoja memperpanjang catatan impresif Joshua Van. Ia kini mengoleksi 16 kemenangan dan hanya dua kali kalah, dengan enam kemenangan beruntun yang memperkuat posisinya sebagai salah satu petarung paling konsisten di divisi kelas terbang.
Keberhasilan Joshua Van bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi juga momentum bersejarah yang membuka jalan bagi lebih banyak petarung Asia untuk bermimpi menembus panggung tertinggi UFC.













