KabarMakassar.com — Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, kembali terpilih sebagai Coach of The Week Super League pekan ke-14, sekaligus menegaskan dominasinya setelah meraih gelar yang sama pada pekan sebelumnya.
Penobatan ini menjadi bukti konsistensi performa PSM di bawah sentuhan pelatih asal Republik Ceko tersebut.
Sejak resmi menukangi PSM pada laga kontra Dewa United, 9 November lalu, Trucha belum sekalipun merasakan kekalahan. Catatan impresif itu berlanjut meski kompetisi sempat memasuki jeda tiga pekan.
Alih-alih kehilangan ritme, PSM justru tampil semakin solid dengan mengemas kemenangan berturut-turut atas Dewa United, PSBS Biak, dan Persis Solo.
Trucha mengambil alih tim dalam situasi sulit. Saat itu, PSM terseok di papan bawah menyusul periode negatif di bawah pelatih sebelumnya, Bernardo Tavares, yang hanya mengoleksi satu kemenangan dari sembilan laga sebelum akhirnya mundur pada Oktober. Pergantian nahkoda langsung mengubah arah perjalanan Tim Ayam Jantan dari Timur.
Di tangan Trucha, permainan PSM menunjukkan identitas baru. Mereka tampil lebih agresif dengan mengutamakan ball progression, berbeda dari gaya sebelumnya yang lebih reaktif dan bergantung pada serangan balik.
Hasilnya terlihat jelas: intensitas serangan meningkat, peluang lebih banyak tercipta, dan kemenangan hattrick dari pekan ke-12 hingga 14 mengangkat PSM ke peringkat delapan klasemen sementara.
Dalam keterangannya, Trucha tidak mengklaim keberhasilan ini sebagai pencapaian pribadi. Ia justru menekankan peran seluruh elemen tim.
“Kerja tim. Pemain dan semua staf ada di belakang ini,” ujarnya singkat.
Meski tren positif sedang mengalir, perjalanan PSM tidak menjadi lebih mudah. Setelah jeda kompetisi, The Macz Man menanti rangkaian laga berat melawan Persebaya Surabaya, Malut United, dan Persib Bandung—tiga lawan dengan kualitas yang jauh lebih menantang dibanding trio sebelumnya.
Dengan jarak poin yang rapat antara papan tengah dan papan atas, peluang PSM untuk naik peringkat terbuka lebar. Namun konsistensi akan menjadi kunci utama jika Trucha ingin membawa PSM kembali bersaing di zona elite Super League.
Jika momentum ini mampu dipertahankan, tak menutup kemungkinan PSM kembali menciptakan kejutan dan mengubah peta klasemen dalam waktu singkat.













