KabarMakassar.com — Rapat terbuka senat Universitas Patria Artha (UPA) Makassar digelar Rabu (18/05) dalam rangka wisuda V periode IV program Pasca Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma III di ball room Hotel Four Point by Sheraton, Jalan Andi Jemma, Makassar.
Sebanyak 326 wisudawan dari 9 program studi di UPA melakukan prosesi akhir wisuda setelah menempuh pendidikan selama kuliah.
Rektor UPA, Bastian Lubis mengatakan, dirinya sangat yakin jika alumni yang dihasilkan langsung terserap oleh dunia kerja tanpa harus menunggu menjadi pengangguran.
"Saya berharap alumni D-III, S-1 iniciptakan lapangan kerja sendiri. Di wisuda ini 65 persen sudah masuk bekerja dan sisanya bisa dikembangkan kegiatan di lain tempat," Kata Bastian saat ditemui usai proses wisuda berlangsung.
Ia melanjutkan, dengan kurikulum enterpreneur yang diterapkan di bangku kuliah dirinya menjamin alumni UPA bisa berkembang pesat tanpa harus menjadi karyawan.
Bahkan ke depan kata dia, proses berfikir dengan menggunakan otak kanan lebih terapkan ketimbang otak kiri, karena ke depan akan sama dengan yang dilakukan di negara maju dalam hal pengembangan pendidikan, yakni proses pengembangan imajinasi kepada mahasiswa.
"Itu kita yakin dari kemarin. Hampir rata rata mahasiswa kami bekerja bahkan ada yang berhasil ciptakan lapangan kerja masing-masing. Memang enterprenneurship kita saat ini kasih sangat rendah olehnya dibutuhkan alumni yang bekerja dengan kreativitas," Paparnya.
Salah satu yang diterapkan dalam pengajarannya enterpreneur menurut Bastian yakni menekankan empat B aspek penting. Yakni, believe, brain, body dan behavior.
"Kita gabungkan knowledge, pengetahuan, skill, dan attitude, kalau murid hormat pada orang tua dan santun makan kepribadiannya juga akan berkualitas, ini sama yang diterapkan di Jepang,Makanya di UPA dikembangkan neurosains terapan," jelas Bastian.
Kegiatan ini turut dihadiiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia meminta para wisudawan agar dapat maju kedepan menjawab tantangan global. Ia pun mengingatkan untuk tetap menjaga moral dan akhlak, serta membangun kepercayaan dan ulet dalam melakukan pekerjaan.
“Kami menyampaikan pesan untuk membangun kepercayaan terhadap diri, jiwa rewako, serta memiliki moral dan akhlak yang baik. Kita mendorong bagaimana para wisudawan, bukan hanya sebagai pencari kerja, namun bisa membuka lapangan pekerjaan,” pintanya.













