KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto mengeluarkan peringatan dini bagi seluruh warga, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir.
Berdasarkan pantauan cuaca terbaru dari BMKG, perairan Jeneponto kini berpotensi menghadapi kenaikan gelombang laut yang cukup signifikan.
Ditengarai, kondisi cuaca yang tidak menentu di awal tahun 2026 ini memicu potensi gelombang tinggi di sepanjang perairan Kabupaten Jeneponto.
Merespons peringatan dini dari BMKG, BPBD Jeneponto secara proaktif mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
BPBD memberikan perhatian khusus kepada para nelayan yang menggantungkan hidup di laut. Mengingat risiko kecelakaan laut yang meningkat saat gelombang tinggi, para nelayan diminta untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca terlihat memburuk.
“Kami mengingatkan saudara-saudara kita, para nelayan dan warga di sepanjang garis pantai Jeneponto, untuk tetap berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar laut maupun pantai,” tulis pernyataan resmi dari BPBD Kabupaten Jeneponto pada Minggu (25/1).
Warning ini pun disampaikan akan diberlakukan mulai pada 24 hingga 27 Januari 2026, dan diprediksi tinggi gelombang mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter serta kecepatan angin berkisar 4-30 knot.
Selain imbauan keselamatan, masyarakat juga diminta untuk saling menjaga dan peka terhadap perubahan lingkungan sekitar. Cuaca ekstrem sering kali membawa dampak yang sulit diprediksi, sehingga kerja sama warga sangat diperlukan dalam pelaporan cepat.
BPBD Jeneponto telah menyiagakan personel untuk merespons situasi darurat. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat atau mengalami situasi yang membahayakan akibat dampak cuaca ini melalui kontak berikut: Layanan Darurat BPBD Jeneponto: 0822-4804-3572.
Tetaplah berhati-hati, pantau terus perkembangan cuaca melalui sumber resmi, dan utamakan keselamatan diri serta keluarga.
