KabarMakassar.com — Persoalan infrastruktur jalan, jembatan, dan ketersediaan air irigasi masih menjadi kebutuhan utama masyarakat Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Masyarakat menilai keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala dalam mendukung aktivitas ekonomi, khususnya sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga. Kondisi sejumlah ruas jalan dinilai memengaruhi distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan tersebut.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, warga juga menyoroti kebutuhan peningkatan layanan irigasi. Ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Di sektor perkebunan, warga turut mendorong adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan komoditas kopi. Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Pitu Riase.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat sesuai skala prioritas pembangunan. Fokus utama diarahkan pada kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.
Syaharuddin mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Perbaikan jalan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian warga. Infrastruktur yang baik akan memudahkan akses hasil pertanian dan meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Syaharuddin, saat berdialog bersama warga pada Sabtu (13/06/2026) malam.
Pemerintah daerah juga menyatakan komitmen untuk memperkuat sektor pertanian dan perkebunan melalui berbagai program bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kecamatan Pitu Riase selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian dan perkebunan potensial di Sidrap. Namun, pengembangan sektor tersebut dinilai masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai agar mampu meningkatkan daya saing produk masyarakat.
Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, menilai penyampaian aspirasi secara langsung menjadi sarana penting untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kebijakan pembangunan akan lebih tepat sasaran apabila disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Momentum seperti ini sangat bermanfaat. Selain mendengar keluhan dan kebutuhan masyarakat secara langsung, pemerintah juga bisa lebih dekat dengan warga sehingga solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Masukan yang disampaikan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dan dukungan terhadap sektor pertanian masih menjadi isu dominan di wilayah pegunungan Sidrap. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke kawasan terpencil.
Pemkab Sidrap berharap berbagai aspirasi yang telah dihimpun dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan ke depan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat di wilayah seperti Pitu Riase dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.













