KabarMakassar.com – Puluhan warga Desa Bonto Parang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menerima bantuan 12 ribu liter air bersih pada Kamis (17/09).
Warga yang mayoritas kaum ibu membawa jeriken, ember, hingga baskom untuk mendapatkan pasokan air bagi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut disalurkan di tengah kondisi sumur warga yang telah mengering sejak awal Juli 2026.
Kekeringan yang berlangsung selama sekitar tiga bulan membuat ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Bonto Parang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur yang selama ini menjadi sumber utama air warga disebut mengering total.
Kondisi tersebut berdampak pada pemenuhan kebutuhan air harian masyarakat, mulai dari konsumsi, memasak, hingga mencuci.
Melihat kondisi itu, Polres Takalar bersama Palang Merah Indonesia (PMI), pemerintah daerah, dan komunitas Tangan Di Atas menyalurkan bantuan 12 ribu liter air bersih kepada warga.
Bantuan air tersebut dibagi di dua titik penyaluran agar dapat menjangkau masyarakat yang terdampak kekeringan.
Salah seorang warga Desa Bonto Parang, Puji Lestari, mengatakan krisis air bersih telah dirasakan masyarakat sejak awal Juli 2026.
Menurutnya, sebelum bantuan air melalui armada tangki disalurkan, warga harus membeli air dari penjual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Warga terpaksa membeli air dari penjual dengan harga mencapai Rp100.000,” ungkap Puji.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Takalar, Iptu Nur Ady, mengatakan aksi sosial tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak musim kemarau panjang.
Warga Desa Bonto Parang berharap bantuan air bersih dapat disalurkan secara berkala hingga kondisi sumur kembali normal dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi.













