kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DPRD Jeneponto Puji Demonstrasi Mahasiswa yang Kedepankan Nilai ‘Siri na Pacce

Wakil Ketua DPRD Jeneponto Puji Demonstrasi Mahasiswa yang Kedepankan Nilai 'Siri na Pacce
Para anggota Legislatif saat menerima para pengunjuk rasa di Gedung DPRD Jeneponto (dok : ist).

KabarMakassar.com — Sebanyak 40 anggota DPRD Jeneponto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mahasiswa dan para pemuda yang telah melaksanakan aksi unjuk rasa dengan tertib dan damai di depan gedung DPRD pada Senin (01/09) kemarin.

Mewakili para anggota legislatif, Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Muh. Basir mengatakan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa menunjukkan jiwa kritis dan tanggung jawab terhadap pembangunan di daerah. Khususnya, menanggapi berbagai isu-isu nasional yang saat ini berpolemik di tengah-tengah Masyarakat.

Kendati demikian, seluruh anggota DPRD menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pemuda dan Mahasiswa berhasil membuktikan jika demokrasi dan penyampaian aspirasi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai luhur budaya siri’ na pacce (harga diri dan rasa empati).

​​”Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa dan pemuda Jeneponto. Mereka telah membuktikan bahwa demo bisa berwajah damai,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Baginya, ini adalah contoh nyata, sebuah model bagi daerah lain, bahwa aspirasi dapat disampaikan dengan tegas tanpa harus mencederai nilai-nilai budaya kita. Siri’ na pacce tetap hidup dan relevan.

Menurutnya, aksi ini ​berbeda dengan demonstrasi pada umumnya yang kerap diwarnai kericuhan, lantaran aksi unjuk rasa di Jeneponto berlangsung tertib dan bermartabat. Hal itu dibuktikan karena demonstran tak melakukan tindakan anarkis, seperti pembakaran fasilitas umum atau perusakan aset negara.

​”Mereka datang ke sini bukan untuk merusak melainkan sebagai tindakan nyata dalam menyuarakan hati nurani rakyat, dan itu harus dilakukan dengan pacce, dengan empati terhadap penderitaan sesama,” imbuhnya.

​Ketertiban aksi ini juga tak lepas dari prinsip budaya sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakainga (saling mengingatkan) yang menjadi pegangan. Alih-alih memprovokasi, para demonstran justru lebih mengedepankan dialog dan musyawarah.

​Sikap damai ini disambut dengan respons yang luar biasa dari para wakil rakyat, bahkan secara terbuka 40 anggota DPRD yang hadir dilokasi mengapresiasi dan memuji para demonstran.

​Sebagai bentuk akomodasi dan penghormatan, para wakil rakyat mengizinkan massa aksi masuk ke dalam ruang paripurna, sebuah tempat yang sakral dalam pengambilan keputusan legislatif.

Puncaknya, beberapa demonstran dipersilakan untuk menduduki kursi pimpinan sebagai simbol bahwa mereka adalah perpanjangan tangan aspirasi rakyat.

Aksi ini berhasil menjadi bukti otentik bahwa di tengah panasnya isu politik, nilai-nilai leluhur dapat menjadi penawar yang ampuh untuk menjaga kedamaian dan ketertiban.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti bentuk aspirasi yang disampaikan.

Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa ini berlangsung dengan aman dan kondusif, berkat kerja sama antara peserta aksi, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang terlibat.

Wakil Ketua DPRD juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk terus menjaga komunikasi yang konstruktif demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Loading