KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, menjenguk Kepala Puskesmas Alu, Jamaluddin, yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Hajja Andi Depu, Polewali Mandar, Minggu (06/07).
Jamaluddin diduga menjadi korban salah tangkap dalam insiden eksekusi lahan di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian. Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan telah menjalani tindakan operasi.
Selain menjenguk Jamaluddin, Salim S Mengga juga menyempatkan diri mengunjungi anggota kepolisian yang turut menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut dan masih dirawat di rumah sakit yang sama.
Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur tampak berbincang hangat dengan para korban dan keluarga mereka, sambil memberikan semangat serta motivasi untuk segera pulih.
Menurutnya, kejadian ini menjadi pembelajaran buat kita semua, pertama dalam penegakkan hukum memang aparat harus tegas. Kepolisian hanya melaksanakan perintah pengadilan, dia tidak memiliki alternatif lain.
Kedua, pihak bersengketa juga merasa ini sesuatu yang menzolimi. Karena sebagai warga negara yang baik, kita harus sadar bahwa negara ini negara hukum.
“Kita boleh tidak puas, tetapi hindari aksi-aksi kekerasan yang pada akhirnya merugikan semua pihak,” ungkap Salim S Mengga.
Rakyat yang juga bagian dalam bangsa ini, tidak boleh dicederai. Demikian juga aparat keamanan sebagai pelaksana tugas.
Kedepan kita harus evaluasi didalam setiap melaksanakan kegiatan eksekusi, harus melalui upaya investigasi, kemudian melakukan tawaran perdamaian.
Kalau tidak ada lagi upaya lain, jangan menggunakan kekerasan tetapi menempuh jalur lain yang lebih manusiawi.
Seperti yang terjadi ini, justru tidak terlibat dalam sengketa juga ikut jadi korban, begitupun dengan aparat ikut menjadi Korban.
Wakil Gubernur Sulbar juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap kejadian ini.













