KabarMakassar.com — Viral di sosial media sebuah video yang memperlihatkan seorang warga memarahi sopir truk sampah, karena parkir sembarangan dan menyebabkan kemacetan parah di Jalan Poros Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar. Warga yang tersulut emosi itu memberikan klarifikasi dan meminta maaf.
Diketahui, insiden tersebut terjadi akibat antrean panjang kendaraan pengangkut sampah yang parkir tidak teratur di sepanjang jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Dalam video itu, diketahui seorang warga bernama Syamsuddin merekam sendiri truk sampah itu dan menegur dengan nada tinggi.
Ia mengaku telah menegur dengan baik para sopir, namun tidak dihiraukan dan terap memarkir akan truk sampah tersebut dilokasi, bahkan para sopir meninggalkan truk mereka sehingga Syamsuddin merasa emosi.
Akibat emosinya yang memuncak, Syamsuddin melontarkan kata-kata kasar kepada para sopir truk sampah. Aksinya tersebut terekam video dan menyebar luas, memicu berbagai reaksi dari publik
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’Longan mengaku mengetahui kejadian itu melalui video yang viral, kemudian pihaknya segera mengambil inisiatif untuk memanggil Syamsuddin untuk memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara langsung.
Semuel menerangkan bahwa antrean panjang ini disebabkan oleh terbatasnya akses ke TPA yang hanya dapat dilalui dua kendaraan sekaligus.
“Ini belum seberapa, biasanya antrean bisa mencapai ratusan meter, apalagi saat hujan,” ujar Semuel dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/06).
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, kata Sekuel pihak Polsek Manggala telah berkoordinasi dengan Camat Manggala untuk mengalihkan jalur antrean truk sampah ke Jalan AMD Borong Jambu, untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Poros Tamangapa.
Lebih lanjut, Semuel mengimbau masyarakat agar tetap sabar dan memahami kondisi tersebut, serta tidak mengambil tindakan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.
“Kami harap warga dan pengguna jalan bisa memaklumi antrean mobil sampah yang memang tidak bisa dihindari. Namun, semua pihak perlu tetap menjaga situasi agar tidak memicu gangguan kamtibmas,” pungkasnya.
