KABARBUGIS.ID – Duta Literasi Digital Sulawesi Selatan Upi Asmaradhana memberikan kuliah literasi digital pada acara sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bersama Anggota DPRD Sulsel, Ismail Bachtiar.
Kuliah literasi itu diikuti oleh ratusan pelajar dan pemuda serta berbagai komunitas literasi se Kabupaten Bone yang di gelar di Hotel Gran Nur Watampone, Bone, Jumat (22/4). Acara tersebut juga dirangkaikan buka puasa bersama.
Anggota DPRD Sulsel, Ismail Bachtiar mengatakan barometer indek pembangunan manusia sulawesi selatan masih berada di tingkat bawah. Pada tahun 2021 IPM Sulsel berada di angka ke 29 dibanding dengan daerah lain di Indonesia.
“Saya pernah melakukan riset kecil kecilan untuk mencari akar masalahnya. Dan ternyata masalahnya banyak orang-orang disekitar kita yang tidak begitu peduli dengan literasi,” kata Ismail Bachtiar saat membuka acara tersebut.
“Artinya apa, peran gerakan literasi digital saat ini memang penting untuk kita gaungkan, jangan sampai kita semakin ketinggalan, terutama di era digitalisasi ini,” sambungnya.
Selain itu ia berharap kepada generasi muda bukan hanya sekedar membaca dan mendengarkan, namun juga ada implementasi melalui kampanye gerakan literasi itu sendiri.
Sementara Upi Asmaradhana menyebut membangun literasi tidak semudah membangun rumah, dua tahun sudah selesai bahkan kurang dari itu. Membangun literasi membutuhkan waktu yang panjang dan berkelanjutan.
“Karena kebanyakan orang menganggap membangun literasi itu tidak seksi,” kata Upi Asmaradhana.
Ia menjelaskan gerakan literasi digital adalah mengajak orang untuk kembali membaca melalui platform media massa maupun media sosial.
Dari penduduk Indonesia 274 juta jiwa diantaranya 170 menggunakan menggunakan media sosial atau memiliki gajet. Urutan pertama yakni you tube dan disusul oleh platform lainnya seperti facebook, tiktok, instagram, twitter serta lainnya.
“Saya pikir hari ini setiap orang itu memiliki akun media sosial itu tidak kurang dari dua. Jadi dalam satu hari setiap penduduk indonesia itu mengakses sosial media itu 3-4 jam berdasarkan data riset yang berbasis di London, AS,” bebernya.
Nah, Lanjut Upi, dari data itu peran literasi digital sangat penting untuk wadah komunikasi dan mengedukasi banyak hal. “Generasi “Z” harus melek itu,” pungkasnya.













