KabarMakassar.com — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Wajo mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Persiapan dilakukan sembari menunggu kepastian kesiapan gedung permanen yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Kepala SRT 19 Wajo, Asri, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait perkembangan pembangunan fasilitas sekolah tersebut.
Asri mengungkapkan pihak sekolah berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan dalam waktu dekat. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum aktivitas pembelajaran dipindahkan ke lokasi baru.
“Untuk detailnya itu nanti harus kami komunikasikan kembali dengan itu (kontraktor), dan rencananya memang pekan ini kami rencana ke sana untuk melihatnya langsung,” kata Asri saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Senin (08/06/2026).
Selain memantau pembangunan gedung, pihak sekolah juga terus berkomunikasi dengan tim penjangkauan terkait calon peserta didik baru. Berdasarkan data sementara, jumlah siswa baru yang akan diterima mencapai sekitar 270 orang untuk tahun ajaran mendatang.
Saat ini SRT 19 Wajo memiliki 95 siswa yang tersebar pada jenjang SMP dan SMA. Pada tahun ajaran baru nanti, sekolah akan memperluas layanan dengan membuka tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA.
Asri menjelaskan berbagai program pendukung juga sedang disusun untuk menyambut kedatangan siswa baru. Program tersebut mencakup kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), program keasramaan, hingga kegiatan open house.
“Terus dari pihaknya kami sendiri, tentu yang pertama kami kan tetap menyiapkan segala hal terkait dengan tahun ajaran baru nantinya sesuai dengan arahan juga dari Kementerian Sosial,” katanya.
“Jadi kami perlu persiapkan semuanya terkait dengan program persiapan nantinya, program keasramaaan, persiapan MPLS, persiapan open house, itu sementara di timnya kami juga, sementara godok saat ini,” imbuhnya.
Di sisi lain, sekolah juga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat muncul menjelang operasional tahun ajaran baru. Salah satunya terkait proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan yang masih dilakukan oleh Kementerian Sosial.
Asri mengatakan pihaknya telah melakukan mitigasi untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan apabila terdapat kendala teknis. Pembagian tugas dan penyesuaian sumber daya manusia telah disiapkan agar layanan pendidikan tidak terganggu.
“Kami tentu tetap mitigasi semua, termasuk untuk kesiapan guru-guru. Kami sudah antisipasi ketika misalnya memang ada kendala teknis, kami sudah bagi-bagi job untuk terkait dengan proses pembelajarannya,” jelasnya.
Menurutnya, langkah mitigasi juga mencakup kesiapan tenaga pendidik di lingkungan asrama serta pelaksanaan berbagai program pendukung siswa. Tim sekolah telah dibentuk untuk menangani kebutuhan tersebut sejak dini.
“Begitu juga untuk kegiatan keasramaannya nanti termasuk SDM, tenaga kependidikannya itu. Kami sudah mitigasi semua untuk kesananya. Termasuk program-program persiapan nantinya CKG-nya. Kemudian terkait dengan persiapan MPLS-nya dan sebagainya. Itu kami sudah siapkan timnya di sekolah,” beber Asri.
Meski tahun ajaran baru secara kalender pendidikan akan dimulai pada Juli mendatang, kepastian waktu masuk siswa ke gedung baru masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak kontraktor. Sekolah ingin memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sebelum proses pembelajaran berlangsung.
“Jadi ketika memang sudah ada arahan pindah ke sana, sudah ada siswa baru, misalnya, kita sudah bisa langsung jalan,” pungkas Asri.














