kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Tingkatkan Kualitas SDM di Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Jeneponto Gencarkan Sosialisasi

KabarSelatan.id Kementerian Pertanian saat ini semakin gencar meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian melalui program-program pemberdayaan petani.

Oleh sebab itu, melalui program ini, Kementerian Pertanian ingin menghadirkan SDM-SDM unggul dan berkualitas yang dapat mendukung pengembangan pertanian.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat memberikan materi didepan para kelompok Tani. 

"Faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas adalah SDM. Jadi, jika ingin meningkatkan produktivitas pertanian, harus tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya," katanya. Rabu (16/08).

Dedi mengatakan, peningkatan kualitas SDM ini juga harus dilakukan melalui program Rural Empowerment and Agriculture Development Scalling-up Initiative disingkat READSI.

"Oleh karena itu, Kelompok tani program READSI harus bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan dilahan masing-masing petani," pintanya.

Berhubung dengan hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan mulai menjalankan program READSI melalui pelatihan.

Antara lain, pelatihan melalui kegiatan Sekolah Lapang (SL) Komoditas Padi, Jagung, dan Bawang Merah yang dimulai pada hari Selasa 15 hingga Rabu 16 Agustus 2023.

Pelatihan ini pun menyasar sejumlah Kelompok Tani, seperti Kelompok Tani Sunggumanai Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke dan Kelompok Tani Tabassi 2 Desa Paitana, Kecamatan Turatea dengan pokok bahasan Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman.

Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto Noer Ibrah Ibrahim, SP.M.Si, Supervisi Penyuluh Kabupaten Hj. Suciati, SP,  Koordinator BPP Arungkeke Hj. Herniwati, SP, Kood.BPP Turatea Kamaluddin, SP, Penyuluh Pertanian, serta seluruh anggota kelompok tani.

Pada kesempatan itu, Ibrah mengatakan bahwa melalui program READSI ini diharapkan petani menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi sehingga kelompok tani bisa menjadi sangat efektif dalam meningkatkan produktivitasnya.

Menurutnya, Aset yang paling berharga dari suatu kelompok tani adalah orang-orang yang bekerja di dalamnya yang ditunjukkan dengan adanya perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap mental, kreativitas, motivasi, dan kemampuan bekerja sama.

Ibra juga mengungkapkan bahwa, tujuan jangka pendek program ini adalah memberdayakan rumah tangga tani di pedesaan.

"Baik secara individu maupun secara kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian serta meningkatkan pendapatan dan taraf hidupnya secara berkelanjutan," ungkapnya.

Pada kesempatan ini pula, fasilitator sekaligus PPL setempat Muh.Yunus S.Pt dan Slamet Riyanto, SP juga menganjurkan tindakan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT).

"PHT ini merupakan suatu sistem pengelolaan populasi hama dengan menggunakan seluruh teknik yang cocok secara terpadu untuk mengurangi populasi hama dan penyakit serta mempertahankannya pada tingkat di bawah jumlah yang dapat menimbulkan kerugian (ambang ekonomi)," tandasnya.

Setelah pelaksanaan Sekolah Lapang diharapkan adanya keberlanjutan petani tetap menggunakan dan menerapkan GAP (Good Agricultural Practise), budidaya pertanian maju, ramah lingkungan, baik dan benar serta aman dikonsumsi," pungkas Yunus.

error: Content is protected !!