KabarMakassar.com — Jasad seorang lansia berusia 60 tahun yang terbawa arus saat hendak memompa air untuk mengairi kebunnya, berhasil ditemukan tim sar gabungan pada Senin (05/05) kemarin.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan korban bernama Daeng Jumba (60) warga Pamolongan Lingkungan Biroro, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa ditemukan meninggal dunia di kedalaman 9 meter setelah tim sar gabungan melakukan penyelaman.
“Pagi Senin 5 Mei korban telah ditemukan oleh tim sar gabungan. Setelah sebelumnya tim sar gabungan melakukan penyelaman sedalam 9 meter, dengan titik pencarian sejauh kurang lebih sekitar 50 meter dari titik awal korban diduga terjatuh. Saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Arif dalam keterangannya, Selasa (06/05).
Sebelumnya diberitakan, tim SAR Basarnas Makassar diturunkan dalam melakukan pencarian seorang pria bernama Daeng Jumba (60) yang diduga terseret arus di Sungai Takapala, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Daeng Jumba yang merupakan warga Pamolangan Lingkungan Biroro, Kecamatan Tinggi Moncong, Gowa, hilang pada Sabtu (03/05), saat hendak memompa air untuk pengairan kebunnya.
“Korban pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 wita bermaksud untuk memompa air untuk pengairan kebunnya, namun diduga beliau justru terseret arus, dan sampai sekarang, masih dilakukan pencarian,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan dalam keterangannya, Minggu (04/05).
Andi Sultan mengatakan bahwa tim rescue telah diterjunkan sejak Sabtu malam, hingga hari Minggu tim sar gabungan masih melakukan pencarian. Dengan dibantu oleh Potensi SAR dari berbagai organisasi dan instansi.
“Metode pencarian kami yaitu dengan membagi 3 SRU (Search Rescue Unit), SRU pertama dengan melakukan assesment terlebih dahulu menggunakan drone thermal, kemudian SRU kedua melakukan pencarian dengan perahu rafting di tambah dengan melakukan penyelaman di area sekitar air terjun Takapala, dan SRU ketiga penyisiran di sekitaran sungai,” terangnya.













