kabarbursa.com
kabarbursa.com

Teror Busur di Takalar, HMI Desak Polisi Bertindak Tegas

Teror Busur di Takalar, HMI Desak Polisi Bertindak Tegas
Salah Satu Anak panah Busur Tertancap

KabarMakassar.com — Masyarakat Butta Panrannuangku dilanda kepanikan setelah dua insiden pembusuran terjadi dalam dua hari terakhir, menciptakan suasana mencekam di dua lokasi berbeda, Jumat (29/3).

Menjelang akhir Ramadan 1446 H dan perayaan Idulfitri 2025, aparat kepolisian Polres Takalar meningkatkan upaya pencarian dan penangkapan pelaku yang telah meresahkan warga.

Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Takalar, Kasim, menegaskan bahwa pihaknya mengharapkan tindakan preventif dari kepolisian.

“Kami meminta Polres Takalar untuk melakukan razia dan patroli di zona merah serta menindak tegas pelaku kejahatan ini. Keamanan harus menjadi prioritas agar Takalar tetap menjadi daerah yang aman dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang,” ujarnya.

Kasim juga menyoroti peran Command Centre sebagai inovasi pemerintah daerah dalam mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.

“Kami menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku pembusuran ini. Sudah ada korban yang tidak bersalah, ini menjadi pelajaran besar bagi pihak keamanan,” tambahnya.

Ia menduga bahwa aksi ini bisa saja berkaitan dengan konflik kelompok yang meluas hingga menargetkan masyarakat umum.

“Kami berharap pihak reskrim bekerja ekstra untuk memburu pelaku sebelum ada korban lainnya,” tutupnya.

Sebelumnya, warga Kabupaten Takalar dihebohkan oleh insiden pembusuran yang menimpa seorang pria pada Jumat (28/3) menjelang sahur. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kalampa, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, tepat di depan kantor Pengadilan Agama Takalar.

Korban, Baharudin Azis (48), warga Kelurahan Sabintang, terkena mata busur di bawah jantung sebelah kiri saat memperbaiki sepeda motornya yang mogok. Mata busur yang tertancap di tubuhnya diketahui terbuat dari besi dengan tali berwarna biru.

“Saya tidak sadar tiba-tiba ada mata busur yang langsung tertancap di tubuh saya,” ungkap Baharudin.

Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian, dirinya melihat sekelompok pemuda yang sering berkumpul di sekitar lokasi. Ia menduga kelompok tersebut memiliki keterkaitan dengan insiden tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi. Polisi juga akan memeriksa rekaman CCTV toko Nitha Cell guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

error: Content is protected !!