KabarMakassar.com — Perumda Terminal Kota Makassar mulai menyusun konsep untuk menggeser arah pemanfaatan Terminal Toddopuli dari fungsi transportasi menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Kebijakan ini menandai perubahan besar terhadap salah satu aset daerah yang sebelumnya diproyeksikan sebagai simpul mobilitas warga.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengungkapkan bahwa Terminal Toddopuli tidak lagi difokuskan sebagai terminal aktif, melainkan akan dikembangkan menjadi ruang publik multifungsi.
“Rencana, Terminal Toddopuli ini akan kita arahkan menjadi Ruang Terbuka Hijau. Fungsinya bukan hanya estetika, tapi juga untuk olahraga, parkir, dan ruang usaha yang tertata,” ujarnya, Selasa (21/04).
Menurut Elber, perubahan fungsi ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas seperti jogging track, area parkir, hingga zona usaha berbasis tenant.
Ia menyebutkan, konsep pengembangan kawasan sudah disiapkan dan kini tinggal menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk tahap eksekusi.
“Gambar dan konsep sudah ada. Kami tinggal menunggu instruksi lebih lanjut untuk pelaksanaan,” katanya.
Dari sisi luasan, Terminal Toddopuli memiliki area sekitar 9.600 meter persegi. Namun, potensi pengembangan kawasan bisa diperluas hingga sekitar 1,6 hektare melalui kolaborasi dengan Perumnas yang memiliki lahan di sekitar lokasi.
“Kalau lahan dari Perumnas bisa kita kolaborasikan, maka kawasan ini akan semakin luas dan optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Penataan Terminal Toddopuli sendiri telah mulai dirancang sejak Oktober 2025, seiring dengan instruksi pemerintah kota untuk merevitalisasi kawasan yang dinilai belum optimal dari sisi pemanfaatan.
Selain itu, penyesuaian terhadap kios-kios yang sebelumnya kurang tertata juga telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan transformasi kawasan.
Elber menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari agenda besar pembenahan terminal di Makassar, khususnya dalam menciptakan ruang publik yang lebih fungsional dan bernilai.
“Ini bukan sekadar perubahan fungsi, tapi upaya menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan produktif bagi masyarakat,” tukasnya.
