KabarMakassar.com — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menargetkan penerapan sistem bantuan sosial (bansos) berbasis digital mulai dijalankan pada April 2026.
Program ini merupakan bagian dari uji coba nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memperbaiki akurasi data penerima bantuan.
Kepala Dinsos Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan Makassar dipilih sebagai salah satu daerah percontohan dalam penerapan sistem digitalisasi pendataan bansos tersebut.
“Makassar menjadi salah satu daerah pilot project dari pemerintah pusat untuk penerapan bansos digital. Nantinya akan ada aplikasi dari pusat yang digunakan untuk melakukan pendataan ulang masyarakat penerima bantuan secara digital,” ujar Andi Bukti Djufrie, Minggu (15/03).
Menurutnya, sebelum program tersebut berjalan, pemerintah terlebih dahulu menyiapkan sejumlah tahapan teknis, termasuk pelatihan dan bimbingan teknis bagi para agen pendata yang akan bertugas di lapangan.
Ia menjelaskan, setiap agen nantinya akan melakukan verifikasi dan pembaruan data penerima bantuan secara langsung di tingkat masyarakat.
“Pendekatannya berbasis digitalisasi. Setiap agen nantinya akan mendata sekitar 100 kepala keluarga, dan proses pendataan ini juga melibatkan RT/RW serta tenaga PPPK,” jelasnya.
Andi Bukti menambahkan, sistem digital tersebut diharapkan mampu menyelesaikan persoalan klasik dalam penyaluran bantuan sosial, seperti data penerima yang tidak terbarui atau adanya masyarakat yang menerima bantuan dari lebih dari satu program.
“Melalui pendataan digital ini, data penerima bansos akan diperbarui secara menyeluruh sehingga bisa diketahui siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan dan menghindari adanya penerima ganda,” katanya.
Selain itu, data yang dihimpun melalui aplikasi tersebut akan langsung terhubung dengan sistem data nasional yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Integrasi ini diharapkan membuat proses validasi dan pembaruan data menjadi lebih cepat dan transparan.
*Program bansos digital ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat basis data kesejahteraan sosial sekaligus memastikan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” tukasnya.














