KabarMakassar.com — Jemaah asal Sinjai, Ambo Bennu Bin Petta Nini yang wafat di Makkah dimakamkan di Kompleks pemakaman Sharaya pada Sabtu (17/05) siang Waktu Arab Saudi.
Sebelumnya, almarhum yang merupakan jemaah haji Kloter 3 Embarkasi Makassar dilaporkan meninggal dunia di usia 62 tahun akibat serangan jantung pada Jumat (16/05) pukul 21:00 Waktu Arab Saudi.
Tanpa nisan dan tabur bunga, jenazah almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman utama bagi jemaah yang meninggal di Makkah tepatnya di Blok 1 Kobor 148 pada pukul 13.00 Waktu Arab Saudi atau Badda Dzuhur.
Ketua Kloter 3 Embarkasi Makassar, Rizkan Fajar mengatakan bahwa tidak ada tangisan atau ratapan dan hanya doa yang mengiringi pemakaman jenazah almarhum Ambo Bennu Bin Petta Nini
Ia menyebut jenazah almarhum disalatkan berjamaah dengan diikuti jutaan jemaah setelah shalat dzuhur di Masjid Masjidil Haram.
“Setelah melalui proses pemulasaran dan pengurusan administrasi, jenazah almarhum akhirnya bisa dimakamkan di pemakaman Sharaya. Tentunya ini merupakan salah satu bentuk Komitmen Pemerintah Indonesia dalam melindungi dan melayani jemaah haji Indonesia melalui Kementrian Agama memfasilitasi pemakaman jemaah haji yang meninggal di tanah suci,” ungkapnya, Minggu (18/05).
Lanjut Rizkan dalam keteranganya bahwa saat prosesi pemakaman tidak ada penggalian lubang kuburan. Makamnya seperti bunker atau ruang bawah tanah yang bisa dibuka pada bagian atas.
Setelah sisi ujung bagian atas dibuka, pekerja pemakaman masuk ke dalam bunker menggunakan tangga besi setinggi 2-2,5 meter yang mereka bawa.
Pekerja yang di bawah lalu menerima jenazah, ruangan makam itu memiliki panjang 2 meter, lebar satu meter, dan tinggi antara 2-2,5 meter.
Kanan-kirinya berupa tembok, tapi bagian lantainya pasir. Jenazah diletakkan begitu saja di pinggir tembok. Tak lebih dari 5 menit, para pekerja itu lalu naik keluar dari bunker.
Setelah itu, kuburan kembali ditutup dengan balok beton kemudian diuruk dengan pasir.
Adapun yang mengikuti prosesi pemakaman diantaranya petugas 1 orang, petugas haji daerah Ahmad Daeng Tipu Pintu, 4 jemaah kloter 3 dan 2 orang yang merupakan keluarga almarhum dari kloter 1.
