kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Tangis Ibu Bertrand: Anak Saya Sempat Minta Saya Pulang Sebelum Tewas

Tangis Ibu Bertrand: Anak Saya Sempat Minta Saya Pulang Sebelum Tewas
Desi Ibu Korban (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Tangis Desi Manutu (44) pecah setiap kali mengingat percakapan terakhirnya dengan sang anak, Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18).

Remaja itu tewas usai diduga tertembak saat aparat membubarkan aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan di Jalan Toddopuli Raya, Minggu (1/3) pagi.

Desi mengaku, beberapa hari sebelum insiden terjadi, putranya berulang kali menghubunginya saat ia berada di Jakarta.

“Sebelum meninggal itu dia selalu telepon saya, tanya kapan pulang. Dia bilang, ‘Ma, kapan pulang?’,” ujar Desi dengan suara bergetar di rumah duka, Selasa (03/03)

Ia tak menyangka, permintaan sederhana sang anak untuk segera pulang justru menjadi kenangan terakhir yang tersisa.

“Saya bilang sabar, nanti mama pulang. Saya kasih ko uang dulu, tunggu mama. Itu terakhir kali saya bicara sama dia. Sakit sekali hatiku,” tuturnya.

Desi mengetahui kabar insiden tersebut saat masih berada di Jakarta. Awalnya, ia hanya menerima informasi bahwa anaknya berada di rumah sakit.

“Saya dapat kabar sekitar jam 11 siang, katanya ada di rumah sakit Bhayangkara. Belum dibilang meninggal,” katanya.

Namun tak sampai satu jam kemudian, kabar duka datang. Ia diberi tahu bahwa putranya telah meninggal dunia dan diduga terkena tembakan.

“Ada yang bilang anaknya kena tembakan saat ada konvoi dan keributan. Saya langsung kaget. Saya tidak percaya,” ujarnya.

Tanpa menunggu lama, Desi memutuskan pulang ke Makassar malam itu juga.

“Saya memang sudah rencana pulang dalam waktu dekat. Tapi saya pulang dalam keadaan seperti ini. Saya pulang, anakku sudah tidak ada,” ucapnya lirih.

Desi tiba di Makassar dini hari dan langsung menuju rumah duka. Saat melihat wajah anaknya untuk pertama kali, ia tak kuasa menahan kesedihan.

“Waktu saya lihat, mukanya sudah bengkak. Seperti ada benjolan di bagian wajahnya, saya tidak sanggup,” katanya.

Keluarga menyebut korban diduga tertembak di bagian pantat. Namun Desi tidak melihat langsung luka tersebut karena jenazah sudah berada dalam peti.

“Katanya di bagian pantat, tapi saya tidak lihat. Sudah ditutup kain,” ujarnya.

Autopsi terhadap jenazah telah dilakukan atas permintaan keluarga.

“Saya minta diotopsi supaya jelas,” tegas Desi.

Di tengah duka mendalam, Desi hanya berharap ada kejelasan dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Harapan saya cuma satu, diproses sesuai hukum. Supaya anakku tenang di sana,” katanya.

Baginya, kenangan terakhir tentang permintaan sang anak untuk segera pulang akan terus terngiang.

“Dia cuma minta saya pulang. Sekarang saya pulang, tapi dia sudah pergi,” tukasnya.

error: Content is protected !!