kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Survei Archi : 3 Parpol Sulsel Berpeluang Tambah Kursi di DPR

KabarMakassar.com — Lembaga Survei Archi Research and Strategy menyebut tiga Partai Politik (Parpol) di Sulawesi Selatan (Sulsel) berpeluang menambah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

CEO Lembaga Survei Archi, Mukhradis Hadi Jaya Kusuma mengungkap hasil survei riset pemetaan kekuatan Parpol di Sulsel.

Menurutnya, terdapat tiga partai yang dinilai berpeluang kuat dan menambah kursi di Pileg mendatang yakni Partai Golkar, Gerindra dan NasDem.

Ia membeberkan, Partai Golkar berpeluang menambah kursi menjadi dua di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel 1 yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar.

Sementara Partai Gerindra dinilai berpeluang menambah kursi menjadi dua dan bersaing ketat dengan Partai Golkar di Dapil Sulsel 2 yang meliputi Kabupaten Bantaeng, Sinjai, Soppeng, Bone, Wajo, Kota Parepare, Barru, Pangkep dan Maros.

Selanjutnya Partai NasDem diyakini tetap berpeluang dan mendapatkan perolehan dua kursi di Dapil Sulsel 3 yang meliputi Kabupaten Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

"Partai-partai politik uang berpeluang mendapatkan kursi di Sulawesi Selatan yang terbagi atas Dapil Sulsel satu, dua dan tiga. Gerindra, NasDem, Golkar punya peluang tambah satu kursi lagi," ungkapnya, Rabu (29/03).

Diketahui saat ini Partai Golkar memiliki dua kursi yang diduduki oleh Andi Rio Idris Padjalangi dan Supriansa dengan masing-masing perolehan 71.420 dan 54.659 suara

Sedangkan Partai Gerindra dengan satu kursi yang diduduki oleh Andi Iwan Darmawan dengan perolehan 84.702 suara.

Sementara Partai NasDem dengan dua kursi yang diduduki oleh Rusdi Masse Mappasessu dan Eva Stevany Rataba dengan masing-masing perolehan 119.054 dan 44.247 suara.

Meski begitu, ketiga Parpol kata Mukhradis tetap harus meraih suara yang sangat besar dengan salah satu cara yakni mendorong calon gubernur atau wakil gubernur yang dapat meningkatkan perolehan suara.

"Trend membaiknya mereka ini harus diikuti dengan bagaimana meraup suara yang besar. Caleg yang maju harus kuat, konsolidasi partai juga harus kuat dan bagaimana parpol ini bisa mengusung pasangan calon gubernur karena ini bisa mendorong perolehan suara dari masyarakat," jelasnya.

error: Content is protected !!