KabarMakassar.com — Hasil Studi Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan 21,6 persen balita di Indonesia mengalami stunting dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulse) masuk dalam 10 besar dengan persentase 27,2 persen.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak serta memiliki risiko menderita penyakit kronis di masa dewasanya.
Yayasan Jenewa Madani Indonesia dan UNICEF bekerjasama dengan Pemprov Sulsel didukung oleh Tanoto Foundation akan melaksanakan serangkaian program Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) untuk pencegahan stunting yang terdiri dari dukungan penyusunan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Kabupaten/Kota, pelatihan berjenjang untuk penguatan Posyandu dan konseling PMBA, kampanye media, dan mobilisasi masyarakat.
Dalam memulai rangkaian program ini, akan dilaksanakan Diseminasi Program Komunikasi Perubahan Perilaku Untuk Pencegahan Stunting di Sulsel.
Direktur Jenewa Madani, Surahman Said melaporkan Sulsel menjadi provinsi pertama atau pelopor di Indonesia dalam peluncuran buku Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Percepatan Penurunan Stunting.
"Kami menjembatani penurunan angka stunting serta akan kami laksanakan serangkain kegiatan penanganan stunting hingga Kabupaten," ungkapnya dalam Kegiatan Diseminasi Program Komunikasi perubahan perilaku yang digelar di Hotel Claro, Selasa (09/05).
Sementara itu, Perwakilan UNICEF Jakarta Ibu Ninik Sukotjo dalam sambutannya menjelaskan pihaknya akan melakukan sejumlah kegiatan untuk berkontribusi dalam menurunkan stunting.
"Kami akan melakukan beberapa kegiatan untuk berkontribusi penurunan stunting dengan pendekatan daerah agar penurunan stunting turun, Pemerintahan maupun non-pemerintahan saling kolaborasi," jelasnya.
Selanjutnya Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel, Darmawan Bintang menyampaikan bahwa adanya buku ini sangat membantu untuk pencegahan stunting di Sulsel.
Selain itu, pola asuh dan makanan sangat penting untuk menurunkan stunting. Namun, hal yang memprihatikan saat ini adalah masyarakat mendapatkan informasi yang salah terkait makanan.
Kegiatan itupun diharapkan dapat mendorong Kabupaten atau Kota di Sulsel agar dapat menyusun Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (Strakom) di wilayahnya masing-masing.
"Dengan adanya pedoman stategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) yang dapat menjadi salah satu acuan, serta melakukan rangkaian intervensi untuk perubahan perilaku dengan memperhatikan 4 aspek utama KPP, yaitu advokasi, mobilisasi masyarakat, kampanye, dan komunikasi antar pribadi," bebernya.