KabarMakassar.com — Kota Makassar kembali menjadi magnet investasi pada gelaran South Sulawesi Investment Forum (SSIF) yang berlangsung di Hotel Claro dan dilanjutkan di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, Kamis (13/11).
Melalui forum bergengsi tersebut, sejumlah investor mancanegara menyatakan minatnya menanamkan modal di berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan Stadion Untia hingga pengembangan teknologi air bersih dan pengolahan sampah.
SSIF merupakan bagian dari Forum PINISI SULTAN, wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor untuk mendorong percepatan investasi, perdagangan, dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur. Kehadiran Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemerintah Kota menjadi sinyal kuat komitmen Makassar dalam membuka peluang investasi seluas-luasnya.
Salah satu tawaran paling menonjol datang dari Feliks Gao, perwakilan Asia Pacific Geraldton (Singapore), yang menyatakan ketertarikan perusahaannya untuk membangun Stadion Untia menggunakan skema turn key project model investasi di mana seluruh proses pembangunan, mulai desain hingga penyelesaian akhir, ditangani langsung oleh perusahaan.
Investor asal Singapura itu juga membuka peluang pengembangan kawasan stadion dengan menghadirkan fasilitas pendukung seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan multi-purpose hall.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar, Andi Zulfitra Dianta, menyebut tawaran tersebut telah dibahas bersama Wali Kota dan segera akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Pemkot.
“Pak Wali minta agar seluruh data studi yang sementara dilakukan oleh Dinas PU segera disiapkan dan difollow-up ke pihak investor,” ujarnya.
“Mereka adalah perusahaan investasi multinasional yang bergerak di banyak sektor, dan saat ini fokus pada proyek stadion Untia.”
Minat investasi tidak berhenti di sektor olahraga. Dari Australia, Dr. Maxwell Briggs dari Asia Pacific Enterprise Development menawarkan teknologi pengolahan air bersih menggunakan metode membran filter, yang mampu menghasilkan air minum tanpa bahan kimia. Tawaran ini akan dikaji lebih lanjut oleh PDAM Makassar.
Sementara itu, Oracle Ventures International Limited melalui Danawira Asri menawarkan kerja sama investasi di bidang pengolahan sampah menggunakan teknologi pyrolysis gasification to energy. Teknologi tersebut memungkinkan limbah organik diolah menjadi energi ramah lingkungan, seperti gas, briket arang, campuran pupuk organik, hingga material untuk remediasi lahan pertanian.
Zulfitra menilai tawaran tersebut selaras dengan arah kebijakan Pemkot Makassar dalam pengelolaan sampah dan energi hijau.
“Konsep mereka sangat menarik karena mendukung kebijakan Pemkot dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan energi hijau,” ujarnya.
Keberhasilan SSIF menjaring minat investor asing menunjukkan posisi Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling potensial di Indonesia Timur.
“Beragam tawaran investasi yang masuk kini menunggu tindak lanjut teknis, termasuk potensi percepatan pembangunan Stadion Untia yang digadang-gadang menjadi ikon baru kota,” Pungkasnya.













