Indeks
News  

SMAN 25 Makassar Minta Maaf Soal Dentuman Musik Saat Penggeledahan Disdik Sulsel

SMAN 25 Makassar Minta Maaf Soal Dentuman Musik Saat Penggeledahan Disdik Sulsel
Kantor Disdik Sulsel. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pihak SMAN 25 Makassar memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial saat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, pada Rabu (17/6).

Sekolah menegaskan suara musik keras yang terdengar dalam video tersebut berasal dari kegiatan latihan seni siswa dan tidak berkaitan dengan proses penyidikan perkara dugaan korupsi.

Video yang beredar memperlihatkan suasana penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejati Sulsel di kompleks Kantor Disdik Sulsel. Dalam rekaman tersebut terdengar dentuman musik dengan volume cukup keras dari salah satu ruangan sehingga memunculkan beragam spekulasi di media sosial.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 25 Makassar, Munawar Achmad, menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul. Ia menegaskan pihak sekolah tidak mengetahui bahwa pada saat bersamaan sedang berlangsung proses penggeledahan oleh penyidik Kejati Sulsel.

“Kami memohon maaf atas kejadian itu. Pihak sekolah tidak mengetahui kalau pada saat yang bersamaan sedang berlangsung penggeledahan. Saat itu siswa memang sedang latihan seni menjelang jam istirahat,” kata Munawar, Kamis (18/6).

Munawar menjelaskan saat peristiwa tersebut berlangsung dirinya sedang menghadiri kegiatan di luar kantor. Karena itu, ia mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penegakan hukum di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Sulsel.

Ia juga menjelaskan bahwa SMAN 25 Makassar hingga kini belum memiliki gedung sekolah permanen. Selama proses pembangunan masih dalam tahap perencanaan, kegiatan belajar mengajar sementara menggunakan sejumlah ruangan milik Dinas Pendidikan Sulsel yang tidak difungsikan sebagai ruang perkantoran.

“SMAN 25 Makassar sementara masih dalam tahap perencanaan pembangunan sekolah. Untuk sementara kami menggunakan gedung milik Dinas Pendidikan yang tidak dimanfaatkan sebagai gedung perkantoran,” ujarnya.

Menurut Munawar, kondisi tersebut membuat aktivitas sekolah, termasuk latihan seni dan kegiatan ekstrakurikuler siswa, berlangsung di area yang sama dengan kompleks perkantoran Disdik Sulsel. Ia memastikan latihan seni tersebut merupakan agenda rutin sekolah dan tidak memiliki keterkaitan dengan proses penggeledahan yang dilakukan penyidik.

Pihak sekolah berharap masyarakat tidak mengaitkan suara musik dalam video tersebut dengan perkara hukum yang tengah ditangani Kejati Sulsel. Menurutnya, kejadian itu murni terjadi karena aktivitas siswa yang berlangsung tanpa mengetahui adanya penggeledahan di lokasi yang sama.

Sebelumnya, Kejati Sulsel melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek Pengadaan Perpustakaan Digital atau Bookless Library Tahun Anggaran 2022. Penggeledahan dipusatkan di ruang Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut.

Dalam operasi tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek pengadaan perpustakaan digital. Penyidikan hingga kini masih terus berlangsung untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.

error: Content is protected !!
Exit mobile version