KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan produksi padi mencapai 1 juta ton pada 2026 melalui percepatan program optimasi lahan dan cetak sawah. Target ambisius tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan Balai Pengelola Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar. Program tersebut juga didukung pemerintah pusat melalui alokasi anggaran dan perluasan cakupan lahan pertanian.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Baruga SKPD, Kompleks Kantor Bupati Sidrap, Jumat (3/7).
Rapat dihadiri jajaran pemerintah daerah, BPLIP Kelas I Makassar, aparat penegak hukum, TNI, penyuluh pertanian lapangan, hingga kelompok tani dari seluruh Kabupaten Sidrap.
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program optimasi lahan. Pemerintah berharap seluruh tahapan program berjalan efektif sehingga target peningkatan produksi dapat dicapai.
Dalam rapat itu, Syaharuddin mengungkapkan sebanyak 122 kelompok tani menjadi penerima program optimasi lahan nonrawa pada 2026. Menurutnya, penetapan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Sidrap dalam menjalankan program strategis nasional di sektor pertanian.
Kelompok tani penerima bantuan diharapkan mampu mengoptimalkan lahan yang selama ini belum memberikan hasil maksimal. Program tersebut sekaligus menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di berbagai wilayah.
Pemerintah Kabupaten Sidrap mencatat luas baku sawah di daerah itu mencapai 52.227 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 34 ribu hektare merupakan sawah irigasi, sedangkan sekitar 22 ribu hektare lainnya merupakan sawah tadah hujan.
Lahan tadah hujan menjadi fokus utama program optimasi karena dinilai masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil panen. Dengan intervensi pemerintah melalui penyediaan sarana pendukung, produktivitas lahan tersebut diharapkan meningkat secara signifikan.
“Kita beranjak dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Kita beranjak dari petani miskin menjadi petani kaya di Kabupaten Sidrap,” ujarnya.
Transformasi menuju pertanian modern menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam mengejar target produksi padi. Syaharuddin menargetkan produktivitas lahan pertanian dapat meningkat hingga 10 ton per hektare melalui penerapan teknologi dan pengelolaan lahan yang lebih baik.
Dengan peningkatan produktivitas tersebut, produksi padi Sidrap ditargetkan mencapai 1 juta ton. Pemerintah daerah juga memperkirakan nilai produksi pertanian dapat menembus sekitar Rp7 triliun apabila target tersebut tercapai.
Untuk mendukung pencapaian target itu, pemerintah daerah memprioritaskan penyediaan air bagi lahan pertanian sebagai kebutuhan utama petani. Selain itu, ketersediaan pupuk dan stabilitas harga hasil panen juga menjadi perhatian agar petani memperoleh kepastian dalam berusaha.
Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan jalan usaha tani guna mempermudah distribusi sarana produksi maupun hasil panen. Sejumlah ruas jalan tani seperti jalur Sidrap-Soppeng, Anabanna, Bulu Cenrana, Bungin Dongi, dan Otting telah dikerjakan, sementara ruas lainnya akan dibangun secara bertahap.













