KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan ratusan kuota pemudik dalam program mudik gratis bertajuk “Mudik Aman Berbagi Harapan” menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam program tersebut, Pemprov Sulsel menyiapkan sekitar 13 unit bus besar dengan kapasitas 35 hingga 40 kursi. Armada tersebut diproyeksikan dapat mengangkut sekitar 500 penumpang menuju sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Jasa Raharja yang menyediakan hingga 10 unit bus tambahan berkapasitas 23 kursi.
Dengan dukungan tersebut, kapasitas penumpang diperkirakan bertambah sekitar 230 orang, terutama untuk rute Makassar–Palopo. Secara keseluruhan, jumlah peserta mudik gratis melalui jalur darat diproyeksikan mencapai sekitar 700 hingga 750 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Salim Basmin mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan layanan transportasi yang aman bagi masyarakat yang ingin pulang kampung.
“Program Mudik Aman Berbagi Harapan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman menjelang hari raya,” ujarnya, Minggu (08/03/2026).
Selain menyediakan transportasi gratis, peserta program juga akan mendapatkan paket sembako sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang akan merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman.
Dalam program yang dihadirkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini, pemerintah juga menyiapkan kendaraan mobil box bagi peserta yang ingin mengangkut sepeda motor ke daerah tujuan.
Keberangkatan peserta dijadwalkan pada 16 Maret 2026 pukul 10.00 WITA dengan titik kumpul di kawasan Jembatan Toraja Center Point of Indonesia (CPI), Makassar. Peserta diminta hadir lebih awal, yakni pukul 08.00 WITA untuk proses pengecekan sebelum perjalanan dimulai.
Program ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko tinggi serta meningkatkan keselamatan masyarakat selama arus mudik Lebaran.
