KabarMakassar.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar memaparkan serapan anggaran pada triwulan pertama 2026 dalam rapat monitoring dan evaluasi bersama Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), di gedung sementara DPRD kota Makassar jalan Letjen Hertasning, Rabu (01/04).
Berdasarkan catatan Dispar hingga 31 Maret 2026, realisasi anggaran tercatat masih di bawah 10 persen dari total pagu yang tersedia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A Hendra Hakamuddin, memaparkan bahwa total pagu anggaran Dispar sebesar Rp53,8 miliar, namun realisasinya baru mencapai sekitar Rp5,1 miliar atau 9,56 persen.
“Memang untuk triwulan pertama ini realisasi masih rendah, karena sebagian besar program masih dalam tahap persiapan dan proses administrasi,” ujarnya dalam Monev.
Rincian program menunjukkan hampir seluruh kegiatan masih minim penyerapan.
Program penunjang urusan pemerintahan daerah menjadi yang tertinggi dengan realisasi sekitar 17 persen, “Program lain seperti peningkatan daya tarik destinasi, pemasaran pariwisata, hingga pengembangan sumber daya masih berada di bawah 10 persen,”
Bahkan, program pengembangan ekonomi kreatif tercatat paling rendah dengan realisasi hanya sekitar 3,97 persen dari total pagu lebih dari Rp15 miliar.
Selain belanja, sektor pendapatan juga ikut dibahas. Dispar Makassar menargetkan pendapatan asli daerah dari retribusi sebesar Rp552 juta, yang bersumber dari penyewaan tanah dan hasil sewa barang milik daerah (BMD).
Meski demikian, DPRD menekankan agar Dispar tidak hanya fokus pada target angka, tetapi juga memastikan kualitas program yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Percepatan program harus diiringi dengan output yang jelas, agar sektor pariwisata benar-benar memberi kontribusi terhadap daerah,” tukasnya.
