KabarMakassar.com — Seorang nelayan asal Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, ditemukan meninggal dunia di bibir pantai, usai tak kembali saat pergi menjaring ikan.
Korban yang diketahui bernama Sukardi (65) ditemukan di pesisir Appabatu, pada Senin (28/07) sekitar pukul 01.00 Wita.
Kapolsek Bontomanai, AKP Wahyu Widodo mengatakan bahwa korban berangkat seorang diri dari rumahnya pada Minggu (27/07) sekitar pukul 17.00 wita, menuju Kampung Appabatu untuk menjaring ikan.
“Setelah memarkir sepeda motornya di pinggir jalan, korban diketahui langsung menuju bibir pantai untuk memasang jaring,” kata Wahyu dalam keterangnya, Senin (28/07).
Anak korban yang merasa khawatir karena korban belum juga pulang ke rumah hingga pukul 20.00 Wita, langsung melakukan pencarian, dan meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan ayahnya.
Saat warga sekitar melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 01.00 Wita di bibir pantai Appabatu. Korban mengambang dengan pakaian lengkap yang masih melekat di tubuhnya.
“Jarak korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir pantai. Korban mengenakan kaos hitam dan celana panjang hitam. Saat ditemukan, terdapat luka memar pada pelipis kanan dan darah keluar dari hidung serta telinga,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil keterangan keluarga korban, diketahui bahwa korban memiliki riwayat hipertensi dan sering mengalami mimisan. Korban juga diduga mengalami serangan stroke atau jatuh saat menjaring ikan.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan awal untuk memastikan tidak adanya tindakan kekerasan atau penyebab lain yang bersifat tidak wajar.
Namun, pihak keluarga yakin bahwa korban meninggal akibat kecelakaan saat melaut, sehungga menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.
“Jenazah korban akan segera dimakamkan siang ini di pemakaman umum Parak Utara,” pungkasnya.
![]()














