KabarMakassar.com — Anggaran seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode berikutnya berpotensi mencapai Rp500 juta.
Besarnya kebutuhan anggaran dipengaruhi jumlah pendaftar dan rangkaian tahapan seleksi yang akan dijalani peserta.
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo) Sulsel mulai memperhitungkan kebutuhan biaya seleksi menyusul masa periodisasi KPID Sulsel yang akan berakhir pada 2027.
Sekretaris Kominfo Sulsel Sultan Rakib mengatakan, proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), serta dilanjutkan dengan tahapan wawancara dan psikotes.
“Karena kita melakukan sistem CAT. Kalau per orang itu pendaftar Rp3 juta, kalau di CAT dengan wawancara, psikotes,” kata Sultan dalam rapat kerja bersama Komisi A DPRD Sulsel, Senin (13/07).
Rapat tersebut berlangsung di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel dalam rangka pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Sultan menjelaskan, biaya sekitar Rp3 juta tersebut bukan pungutan yang dibebankan kepada calon pendaftar. Kebutuhan biaya pelaksanaan tahapan seleksi akan ditanggung pemerintah.
“Bukan dibebankan ke pendaftar. Kami yang tanggung,” tegas Sultan.
Potensi kebutuhan anggaran sekitar Rp500 juta dihitung dengan melihat jumlah peserta pada seleksi sebelumnya. Menurut Sultan, jumlah pendaftar KPID Sulsel pernah mencapai sekitar 150 orang.
“Asumsinya tahun lalu lebih dari 100 pendaftar, sekitar 150. Itu dikali Rp3 juta, setengah miliar,” ujarnya.
Dengan asumsi tersebut, semakin banyak masyarakat yang mendaftar sebagai calon anggota KPID Sulsel, semakin besar pula kebutuhan biaya untuk pelaksanaan CAT, wawancara, dan psikotes.
Persiapan seleksi menjadi perhatian Kominfo Sulsel karena KPID merupakan lembaga yang penganggarannya tidak terpisahkan dari perangkat daerah tersebut.
“KPID dan Komisi Informasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Sultan.
Pada tahun anggaran 2025, KPID Sulsel memperoleh alokasi dana sebesar Rp1,8 miliar. Sementara Komisi Informasi (KI) Sulsel mendapat dukungan anggaran sekitar Rp528 juta.
Sultan mengatakan berakhirnya masa periodisasi KPID pada 2027 membuat Kominfo Sulsel perlu melakukan persiapan lebih awal, termasuk memperhitungkan kebutuhan anggaran sebelum tahapan seleksi dimulai.
“Tahun 2027 KPID sudah akan mengakhiri masa periodisasinya. Ini menjadi bagian tak terpisahkan juga dari kami untuk tentu melakukan persiapan-persiapan sebelum hari H,” jelasnya.
Meski potensi anggaran seleksi telah dihitung berdasarkan asumsi jumlah pendaftar sebelumnya, nilai sekitar Rp500 juta masih merupakan proyeksi. Besaran kebutuhan anggaran akan bergantung pada jumlah peserta yang mengikuti proses seleksi KPID Sulsel 2027.
