KabarMakassar.com — Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan (Sulsel), Nanang Suyitno Sidik (67) wafat di Rumah Sakit King Fahad Madinah Arab Saudi pada Minggu (29/06) kemarin.
Nanang Suyitno Sidik tergabung dalam rombongan jemaah haji Kloter 26 Embarkasi Makassar.
Sebelumnya, almarhum dirawat di Rumah Saking King Fahad Madinah selama tiga hari karena penyakit jantung dan gagal ginjal.
Kabar duka wafatnya Nanang Suyitno Sidik baru diketahui sesaat setelah rombongan kloter 26 tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar.
Sang istri yang juga jemaah haji kloter 26, Sri Bagiati Ngatmari baru tiba di Asrama Haji Makassar seketika syok dan menangis saat mengetahui sang suami wafat.
Sri Bagiati tidak menyangka secepat itu suaminya menghadap sang Khalik setelah menjalani perawatan selama tiga hari akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal yang dideritanya.
“Tiba disini baru diberitahu bapak meninggal. Saya tidak menyangka secepat itu Bapak pergi. Tiga hari yang lalu masuk rumah sakit karena sesak. Memang sakit jantung,” ungkapnya
Saya tidak tahu kalau bapak juga sakit ginjal dan sudah satu kali cuci darah sebelum saya kesini. Saya pikir bapak akan segera nyusul kembali ke Makassar setelah cuci darah, tapi ternyata malah tidak sadarkan diri,” lanjutnya.
Walau tidak mendampingi sang suami saat menghembuskan nafas terakhirnya, Sri Bagiati mengaku ikhlas menerima takdir Allah ini, bahkan ia merasa bahagia telah mendampingi suaminya melaksanakan ibadah haji jelang akhir hayatnya.
“Saya telah mengikhlaskan bapak pergi, semoga dilapangkan jalannya oleh Allah SWT. Awalnya memang anak-anak tidak ingin kalau bapak berangkat karena kondisi kesehatannya, tapi bapak begitu bersemangat dan saya merasa berdosa kalau saya larang,” sambungnya
“Sebelum berangkat saya sudah siapkan biaya untuk mendorong kursi roda bapak, tapi Alhamdulillah ada pak haji Bahar ketua rombongan yang selalu membantu dan tidak mau dibayar. Bapak malah bisa jalan sendiri waktu tawaf terakhir (tawaf wada) dan itu saya dampingi, Itu yang membuat saya bahagia,” pungkasnya
Usai prosesi serah-terima jemaah haji kloter 26, Sri meninggalkan aula Arafah Asrama Haji Makassar sambil koper hitam bertuliskan nama suaminya.
Diketahui, sebanyak 37 jemaah haji Embarkasi Makassar wafat selama prosesi haji di Tanah Suci.
