KabarMakassar.com — Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Selayar memperketat sistem pengamanan dan meningkatkan pembinaan rohani kepada seluruh tahanan.
“Langkah ini diwujudkan melalui penerapan prosedur pengawasan yang lebih ketat, serta pendekatan pembinaan mental dan spiritual di dalam ruang tahanan,” Ps Kasat Tahti, Aiptu Ulil Amri dalam keterangan tertulis, Minggu (13/07).
Salah satu kebijakan yang kini menjadi standar operasional, terang Ulil wajib sholat berjamaah bagi seluruh tahanan Muslim, yang dilaksanakan langsung di dalam blok tahanan dengan pengawasan petugas.
“Setiap waktu sholat, seluruh tahanan Muslim wajib melaksanakan ibadah berjamaah. Sarung dan sajadah kami siapkan, tapi hanya digunakan saat sholat dan langsung dikembalikan setelahnya,” terangnya.
Tak hanya itu, kata Ulil Sat Tahti juga menghadirkan ustadz pembimbing secara rutin setiap hari Jumat untuk memberikan siraman rohani dan motivasi keagamaan bagi para tahanan.
Program ini dimaksudkan agar para tahanan mendapatkan pembinaan yang utuh, tidak hanya secara fisik namun juga spiritual, sebagai bagian dari proses kesadaran diri dan pertobatan.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menegaskan semua personel dilarang memasuki ruang tahanan tanpa izin dan pengawasan resmi, serta dilarang membawa senjata api saat berada di blok tahanan.
Seluruh aktivitas di ruang tahanan, kata Didid kini terpantau secara real time melalui CCTV, untuk memastikan semua prosedur pengawasan berjalan sesuai aturan dan menjaga akuntabilitas petugas.
“Mereka ini Statusnya jelas tahanan dan tersangka yang sedang menunggu proses hukum. Tapi mereka tetap punya hak sebagai manusia. Tidak boleh ada yang dipukul, apalagi dianiaya. Yang harus kita lakukan adalah pembinaan, bukan menyakiti,” tegasnya.
Didid mengatakan tahanan juga wajib melakukan olahraga pagi dan sore hari, yang diberlakukan penjadwalan jam besuk yang jelas dan disosialisasikan kepada seluruh keluarga tahanan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan tata kelola ruang tahanan yang profesional dan manusiawi, serta memastikan bahwa Polres Kepulauan Selayar benar-benar menjadi institusi yang menjunjung tinggi prinsip Presisi, termasuk dalam sistem pengawasan internal.
Dengan pendekatan pengawasan yang disiplin, humanis, dan berbasis pembinaan mental,kepada para Tahanan diharapkan setelah menjalani proses hukum, tidak hanya memberikan efek jera tapi kesadaran yang mengakar dalam pribadi mereka.













