KabarMakassar.com — Istilah Sandwich Generation digunakan dalam menggambarkan individu dewasa yang berada di tengah dua tanggung jawab besar secara bersamaan.
Mereka harus merawat orang tua yang telah lanjut usia, sekaligus mendukung kebutuhan anak-anak mereka yang masih dalam tahap tumbuh kembang.
Umumnya, generasi ini berusia antara 30 sampai dengan 50 tahun, di mana mereka menjadi tulang punggung dua generasi sekaligus.
Di satu sisi, mereka berperan sebagai anak yang harus membantu secara emosional serta finansial orang tua yang sudah menua juga membutuhkan perhatian khusus.
Di sisi lain, mereka turut berperan sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas pendidikan, kesejahteraan, dan kebutuhan sehari-hari anak-anak mereka.
Tekanan tersebut semakin berat akibat situasi ekonomi yang tidak menentu, yang membuat kestabilan keuangan makin sulit dicapai.
Tuntutan biaya hidup, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan anak, sampai dengan perawatan kesehatan orang tua, menjadi beban finansial yang tidak ringan.
Akibatnya, banyak anggota Sandwich Generation merasa terhimpit secara mental juga emosional, bahkan tidak jarang mereka mengalami stres berkepanjangan karena beban yang terus menerus.
Berikut sejumlah faktor yang bisa menyebabkan seseorang menjadi bagian dari sandwich generation yang dilansir dari Klikdokter, diantaranya adalah:
1. Kondisi ekonomi yang sulit
Kenaikan biaya hidup yang signifikan, terkhususnya untuk kebutuhan rumah, pendidikan, dan layanan kesehatan, membuat generasi muda harus bekerja lebih keras.
Mereka menghadapi tekanan finansial yang berat dalam memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.
Di sisi lain, banyak orang tua tidak mempunyai simpanan atau dana pensiun yang cukup untuk menopang kehidupannya secara mandiri.
Kondisi ini membuat mereka masih bergantung kepada anak-anaknya untuk dukungan ekonomi.
Akibatnya, tanggung jawab keuangan bertambah besar untuk generasi yang berada di tengah, yaitu para orang dewasa muda hingga paruh baya.
Hal ini kemudian menimbulkan tantangan tersendiri dalam mengatur keuangan dan menjaga keseimbangan hidup keluarga.
2. Kurangnya persiapan finansial
Banyak orang tua yang kurang mempersiapkan keuangan mereka secara matang untuk masa pensiun.
Kurangnya perencanaan ini kemudian membuat mereka rentan mengalami kesulitan finansial saat memasuki usia lanjut.
Situasi tersebut lalu memaksa anak-anak mereka untuk mengambil peran sebagai penyokong utama keuangan keluarga.
Anak-anak harus menanggung beban ekonomi yang sebenarnya dapat diminimalisir dengan perencanaan sebelumnya.
Akibatnya, tanggung jawab finansial kemudian menjadi lebih berat dan kompleks bagi generasi penerus.
Kondisi ini juga dapat menimbulkan tekanan emosional dan stres bagi keluarga yang harus menyesuaikan diri dengan situasi tersebut.
3. Harapan tradisional
Dalam banyak budaya, terkhususnya di Asia, terdapat tradisi dan harapan bahwa anak-anak bertanggung jawab merawat orang tua saat mereka sudah lanjut usia.
Anak-anak dianggap sebagai penopang utama yang akan memberikan dukungan serta perhatian kepada orang tua mereka di masa tua.
Orang tua acap kali memandang anak-anak sebagai bentuk jaminan sosial yang akan memastikan mereka tetap terurus dan terlindungi.
Harapan tersebut menjadi bagian penting dari nilai keluarga dan tanggung jawab antar generasi dalam budaya tersebut.
Oleh karena itu, peran anak-anak dalam merawat orang tua menjadi hal yang amat dihargai dan dianggap kewajiban moral.
4. Peningkatan usia harapan hidup
Perkembangan yang terjadi di bidang medis membuat orang hidup lebih lama dari sebelumnya.
Akibatnya, orang tua kini membutuhkan perawatan serta dukungan yang lebih lama dari anak-anak mereka.
Kondisi ini kemudian memperpanjang masa tanggung jawab generasi penerus terhadap orang tua.
Dengan waktu perawatan yang lebih panjang, maka beban keuangan bagi anak-anak pun semakin besar.
Mereka harus menyediakan biaya yang lebih banyak dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan orang tua.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur keuangan dan perhatian bagi keluarga yang merawat orang tua lanjut usia.
5. Anak yang bergantung lama
Saat ini, sudah banyak anak muda tinggal bersama orang tua lebih lama dari sebelumnya.
Hal itu disebabkan oleh tantangan dalam mendapatkan pekerjaan tetap juga karena tingginya biaya pendidikan.
Karena itu, anak-anak ini terus bergantung secara finansial pada orang tua mereka untuk waktu yang lebih lama.
Kondisi tersebut menambah tekanan ekonomi terhadap keluarga, khususnya bagi generasi yang berada di tengah.
Akibatnya, beban finansial yang harus ditanggung oleh Sandwich Generation kemudian semakin bertambah.













