KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan dibuka stagnan, Senin (06/04).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di level Rp16.990 per dolar AS atau relatif tidak berubah apabila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 2 April lalu.
Dimana, saat itu rupiah ditutup melemah sebanyak 0,09 persen pada perdagangan tersebut. Sedangkan, hari ini pada pukul 10.00 WITA indeks dolar AS (DXY) mengalami penguatan sebanyak 0,22 persen ke posisi 100,248.
Adanya penguatan DXY menandakan jika dolar AS masih menjadi perhatian investor ditengah eskalasi ketidakpastian global.
Sentimen eksternal masih membayangi pergerakan rupiah, terkhususnya penguatan dolar AS di pasar global. Terutamanya dengan kekhawatiran investor akan konflik yang tak kunjung reda.
Kondisi yang tak pasti ini, membuat investor menganggap konflik sebagai persoalan yang dapat merambat dari lonjakan harga minyak ke inflasi kemudian berlanjut ke arah suku bunga.
Oleh sebab itu, sejumlah investor menilai, dengan kondisi sekarang, dolar AS masih merupakan aset safe haven yang dominan untuk dimiliki.
Dengan penguatan dolar AS di pasar global mencerminkan jika investor masih memburu aset berdenominasi dolar, yang membuat pergerakan penguatan rupiah jadi kian terbatas.
