Indeks
News  

Rudianto Lallo: Hakim Agung Baru Harus Pulihkan Kepercayaan Publik

Rudianto Lallo: Hakim Agung Baru Harus Pulihkan Kepercayaan Publik
Anggota Komisi III DPR RI asal Sulawesi Selatan, Rudianto Lallo, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyoroti tajam merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Agung (MA).

Hal itu ia sampaikan dalam fit and proper test calon hakim agung dan hakim ad hoc yang digelar di Kompleks Parlemen, Senin (15/09).

Politisi Partai NasDem asal Sulsel itu secara langsung mengajukan pertanyaan kepada calon hakim agung, Suradi, terkait visi besarnya dalam membangkitkan kembali citra lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.

“Saya mau dengar seperti apakah visi Bapak membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan Mahkamah Agung, yang hari-hari ini sangat jatuh,” ujar Rudianto, dilansir dari laman Fraksi Nasdem DPR RI.

Menurutnya, masyarakat Indonesia tengah menaruh harapan besar pada figur hakim agung yang memiliki integritas dan keberanian dalam menegakkan hukum. Ia menyebut publik merindukan sosok-sosok hakim agung progresif yang pernah menjadi ikon keadilan, seperti Bismar Siregar dan Artidjo Alkostar.

“Kita berharap hakim agung nanti dapat menjawab ekspektasi publik yang sebenarnya merindukan sosok hakim agung seperti Bismar Siregar, Artidjo Alkostar. Mereka adalah sosok hakim agung yang progresif,” tegasnya.

Kedua tokoh tersebut dikenal luas karena sikap independen, keberanian, dan komitmen mereka terhadap penegakan hukum yang berpihak pada keadilan substantif, bukan sekadar formalitas hukum.

Rudianto menilai salah satu penyebab turunnya kepercayaan publik terhadap MA adalah banyaknya putusan pengadilan yang dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan. Putusan-putusan tersebut, menurutnya, telah membuat masyarakat semakin skeptis terhadap lembaga peradilan.

“Banyak putusan pengadilan yang tidak memenuhi rasa keadilan, sehingga kepercayaan masyarakat pada Mahkamah Agung jatuh,” katanya.

Ia menegaskan, jalan satu-satunya untuk memulihkan citra MA adalah dengan melahirkan putusan-putusan progresif, terutama dalam perkara pidana yang sering kali menjadi sorotan publik.

“Kalau mau membangkitkan kepercayaan masyarakat kepada Mahkamah Agung, tentu harus lewat dengan putusan-putusan progresif, khususnya perkara-perkara pidana,” tukas Rudianto.

Ujian bagi calon hakim agung, menurut Rudianto, bukan hanya soal kecakapan teknis hukum, melainkan juga keberanian moral untuk berdiri di atas kepentingan rakyat. Ia berharap Suradi maupun calon lainnya mampu menjawab ekspektasi tersebut dengan visi dan langkah nyata.

Fit and proper test ini menjadi krusial karena di tengah sorotan publik terhadap kasus-kasus besar, Mahkamah Agung dituntut membuktikan diri sebagai benteng terakhir pencari keadilan.

“Figur hakim agung baru diharapkan tidak hanya menjaga marwah institusi, tetapi juga mengembalikan rasa percaya masyarakat terhadap sistem peradilan,” Pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version