Indeks
News  

RPJMD Sulsel 2025–2029 Targetkan 17 Sasaran Strategis

RPJMD Sulsel 2025–2029 Targetkan 17 Sasaran Strategis
suasana rapat paripurna terkait Ranperda RPJMD 2025-2029 Provinsi Sulawesi Selatan, di Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Senin (07/07). (Dok. Ist.)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah merumuskan 17 sasaran strategis yang menjadi prioritas utama dalam RPJMD Tahun 2025–2029.

Sasaran ini mencerminkan arah pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menguraikan poin-poin penting tersebut dalam rapat paripurna bersama DPRD Sulsel, Senin (07/07).

Dia menyebut bahwa sasaran ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudkan visi Sulsel Maju dan Berkarakter.

Sasaran pembangunan tersebut mencakup aspek kesehatan, pendidikan, demokrasi, hingga ketahanan terhadap bencana. Semuanya dirancang secara terukur agar capaian pembangunan daerah dapat dimonitor dengan baik.

Pemprov Sulsel juga memfokuskan kebijakan pada peningkatan layanan dasar, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi dan fiskal daerah. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan langsung manfaat pembangunan secara adil.

“Upaya yang lebih spesifik dan terukur untuk mencapai tujuan, dirumuskan ke dalam 17 sasaran pembangunan,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Salah satu sasaran penting yang menjadi perhatian adalah menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Sulsel akan memperluas program padat karya, pemberdayaan ekonomi lokal, serta membuka akses lapangan kerja yang lebih luas.

Sektor pendidikan juga menjadi fokus, dengan target pemerataan akses dan peningkatan mutu secara inklusif. Begitu pula sektor kesehatan, yang akan diperkuat melalui layanan preventif, kuratif, dan promotif di seluruh wilayah.

Andi Sudirman menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan. Maka dari itu, peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan publik, dan inovasi menjadi sasaran pembangunan yang tidak bisa diabaikan.

Sasaran lain yang menonjol adalah digitalisasi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal. Hal ini disebutnya untuk mendorong kesiapan masyarakat Sulsel menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi.

Untuk memastikan setiap program pembangunan yang dijalankan benar-benar berdampak, lanjut Andi Sudirman, pihaknya akan menyiapkan sistem evaluasi yang berbasis pada indikator yang jelas dan terukur.

Evaluasi ini diklaim menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas serta efektivitas arah pembangunan selama lima tahun ke depan.

“Perwujudan tujuan dan sasaran pembangunan yang dirumuskan dalam dokumen RPJMD ini akan diukur melalui indikator kinerja pembangunan, dan akan diwujudkan melalui arah kebijakan, strategi, dan program pembangunan yang diharapkan mampu menjawab tantangan dan harapan masyarakat Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Lebih jauh, kata dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak akan menutup mata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah ke depan.

Beragam tantangan mulai dari persoalan sosial hingga ancaman lingkungan dinilai memerlukan penanganan lintas sektor yang lebih cepat dan responsif.

Andi Sudirman menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar pelaksanaan RPJMD bisa berjalan sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Isu kemiskinan, pengangguran, ketimpangan wilayah, ancaman perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi global menuntut respons yang cepat, kolaboratif, dan adaptif,” katanya.

“Oleh karena itu, sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan RPJMD ini,” pungkas Andi Sudirman.

error: Content is protected !!
Exit mobile version