Indeks
News  

Realisasi Triwulan I Baru 9 Persen, Dispar Makassar Klaim Terkendala Kebijakan

Realisasi Triwulan I Baru 9 Persen, Dispar Makassar Klaim Terkendala Kebijakan
Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Hendra Hakamuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Serapan anggaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar pada triwulan pertama 2026 tercatat baru mencapai 9 persen.

Capaian ini menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena masih jauh dari target dan menjadi sorotan dalam evaluasi kinerja awal tahun.

Merespon hal itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar, Hendra Hakamuddin, tidak menampik rendahnya realisasi tersebut. Ia menyebut kondisi itu dipengaruhi kebijakan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Betul, kami akui realisasi 9 persen itu sangat minim, apalagi di triwulan pertama. Tapi ini terkait proses kehati-hatian dari BPKAD, sehingga kami harus menyisir dan memfilter kembali kegiatan yang akan dijalankan,” ujarnya, Kamis (02/04).

Menurutnya, proses penyesuaian ini berdampak langsung pada pelaksanaan program, termasuk target di sektor ekonomi kreatif yang turut bergantung pada kesiapan anggaran.
Meski demikian, Dispar Makassar memastikan akan mempercepat penyerapan anggaran begitu kebijakan keuangan kembali normal.

“Kalau kebijakan sudah berjalan normal, kami akan akselerasi pelaksanaan program sesuai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Dispar juga tengah menyiapkan pengembangan destinasi wisata baru berbasis pulau, dengan Pulau Lanjukang sebagai lokasi awal.
Namun, proyek tersebut belum dapat dieksekusi dalam waktu dekat karena masih dalam tahap perencanaan mendalam.

Pemerintah harus melakukan kajian komprehensif terkait kondisi laut, termasuk gelombang dan arus dalam rentang data jangka panjang.

“Pembangunan kawasan wisata berbasis pulau tidak bisa langsung dikerjakan. Harus ada kajian matang, bahkan melihat data 5 sampai 20 tahun ke belakang terkait kondisi laut,” jelasnya.

Hendra Hakamuddin menargetkan proses perencanaan rampung dalam waktu sekitar satu bulan, dilanjutkan dengan tahapan tender pada pertengahan tahun.

“Sejumlah fasilitas pendukung hingga konten ekonomi kreatif juga disiapkan untuk memperkuat daya tarik destinasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, aspek transportasi menuju pulau juga menjadi perhatian agar wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, dapat mengakses lokasi dengan aman dan nyaman.

“Pengembangan Lanjukang disebut baru tahap awal, dengan rencana perluasan ke pulau-pulau lainnya sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata Kota Makassar,” tukasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version