KabarMakassar.com — Rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan sebesar 99,8 persen dan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulsel tertinggi di Indonesia yakni sebesar 33 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat mengahidiri peresmian pengoperasian listrik 24 jam di Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu,(02/11).
Sehingga menurut Andi Sudirman bahwa listrik masyarakat pulau harus menjadi perhatian.
"99,8 persen yang sudah diterangi, 0,2 persenya itu itulah mungkin warga kita di pulau,” sebutnya.
Walau gencar penerapan energi terbarukan, namun karena kondisi yang ada, di beberapa pulau masih menggunakan genset sebagai penerangan.
Senada, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Bakti Haruni mengatakan, Gubernur bersama PLN memiliki kemauan kuat untuk memfasilitasi seluruh masyarakat termasuk di pulau dalam pemenuhan elktrifikasi.
"Saat ini rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan sebesar 99,8 persen dan bauran Energi Baru Terbarukan di Sulsel tertinggi di Indonesia," katanya.
"Dengan hadirnya listrik 24 jam, warga sekarang bisa beraktivitas lebih produktif pada malam hari," sebutnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, Moch. Andy Adchaminoerdin menyatakan komitmen PLN menghadirkan layanan listrik bagi masyarakat pulau terluar.
"Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hal ini merupakan wujud nyata PLN bersama Pemprov untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya di Pulau Lae-Lae ini," ujar Andy.
Andy juga mencatat Beban Puncak (BP) di pulau Lae-lae adalah 160 kW dan Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 440 kW.
Untuk diketahui, masyarakat Pulau Lae-lae, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi sudah dapat menggunakan listrik 24 jam.














