KabarMakassar.com –- Volume kendaraan yang melintasi jalur poros Kabupaten Jeneponto mengalami peningkatan signifikan pada puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah pada Selasa (24/3).
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan, Personel Satlantas Polres Jeneponto dikerahkan penuh untuk melakukan pengaturan di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di kawasan Simpang Tiga Belokallong, Kecamatan Binamu.
Tampak dilokasi, kepadatan arus lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat pemudik yang bergerak dari arah Kabupaten Bantaeng menuju Kota Makassar.
Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP Baharuddin, mengungkapkan bahwa terdapat dua faktor utama yang memicu perlambatan arus di titik tersebut.
Selain lonjakan drastis, volume kendaraan pemudik, aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
“Penyebab utama kepadatan adalah volume kendaraan roda dua dan roda empat yang meningkat tajam menuju Makassar. Selain itu, adanya aktivitas penjual makanan siap saji yang memarkirkan kendaraan mereka baik motor gandeng maupun mobil di bahu jalan sepanjang jalur poros turut memicu penyempitan jalan,” jelas AKP Baharuddin di lokasi pengaturan.
Meski terjadi kepadatan, AKP Baharuddin memastikan bahwa situasi lalu lintas di jalur utama Bumi Turatea tersebut masih dalam kategori aman dan terkendali.
Kehadiran personel di lapangan juga secara kontinu berhasil mencegah terjadinya kemacetan total (stagnan).
“Berkat kesigapan personel melakukan pengaturan dan kanalisisasi di titik-titik krusial, arus lalu lintas dari kedua arah terpantau ramai namun tetap bergerak lancar,” tambahnya.
Pihaknya juga mengeluarkan imbauan tegas kepada para pengendara untuk selalu mengedepankan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan.
Pemudik diminta tidak memaksakan diri jika merasa lelah dan disarankan mencari tempat istirahat yang aman.
Tak hanya bagi pemudik, kepolisian juga mengimbau para pedagang kaki lima untuk tidak menggunakan bahu jalan sebagai area parkir atau tempat berjualan.
Hal ini dinilai sangat krusial demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Kegiatan pengaturan lalu lintas ini diprediksi akan terus dilakukan hingga intensitas arus balik melandai, guna memastikan kenyamanan masyarakat yang kembali dari kampung halaman menuju tempat aktivitas semula.
