KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui distribusi bantuan sosial berskala besar.
Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako yang dijalankan pada September ini telah menyentuh 451 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiga kecamatan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, hadir langsung menyerahkan bantuan dalam program One Day One District yang dirangkaikan dengan pendistribusian 140 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan 70 paket sembako untuk 224 KPM di Kecamatan Pallangga, Kamis (18/09).
Kehadiran langsung orang nomor satu di Gowa ini sekaligus menjadi ruang dialog dengan warga untuk mendengar aspirasi mereka.
“Saya ingin memastikan bahwa program yang saya jalankan bersama Pak Wabup benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu saya hadir langsung, berkeliling kecamatan, untuk mendengar kebutuhan warga,” ujar Bupati Husniah Talenrang.
Husniah menegaskan bahwa distribusi bantuan sosial ini bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan juga bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan terpadu. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diwujudkan dalam tiga langkah besar.
Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, melalui program pangan, pendidikan, dan kesehatan. Kedua, meningkatkan pendapatan, lewat dukungan usaha produktif dan penguatan UMKM. Sedangkan ketiga memperbaiki kualitas hidup, dengan pembangunan infrastruktur dasar dan rumah layak huni.
“Bantuan hari ini adalah langkah awal menuju kemandirian. Jangan sampai menciptakan ketergantungan. Karena selain bantuan, saya selalu mendorong KPM untuk mandiri melalui bantuan usaha dan pelatihan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan digunakan tepat sasaran. “Gunakan bantuan ini dengan bijak, sesuai kebutuhan keluarga. Jangan salahgunakan, karena tujuannya adalah menjaga pendidikan, kesehatan, dan gizi anak-anak kita,” tegasnya.
Program distribusi bantuan sosial ini tidak hanya berlangsung di Pallangga. Sehari sebelumnya, di Kecamatan Somba Opu, sebanyak 157 KPM menerima KKS dan sembako, disusul 70 KPM di Kecamatan Pattallassang. Dengan tambahan 224 KPM di Pallangga, maka total penerima manfaat yang terjangkau mencapai 451 keluarga di tiga kecamatan.
Langkah ini memperlihatkan konsistensi Pemkab Gowa dalam memastikan bahwa bantuan sosial menjangkau wilayah-wilayah prioritas, sekaligus mengurangi kesenjangan antar kecamatan.
Program ini mendapat apresiasi dari warga penerima manfaat. Adil Fatwa, warga Pallangga, menilai bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarganya.
“Prosesnya gampang diurus dan manfaatnya besar sekali untuk kebutuhan rumah. Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat seperti saya,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Daeng Jai, warga Somba Opu, yang menggunakan bantuan untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan. Apalagi harga-harga sekarang makin naik,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, perwakilan Forkopimda Gowa, Kepala Dinas Sosial Firdaus, Pimpinan BNI Mattoangin, Baznas Gowa, serta para camat, lurah, kepala desa, pendamping PKH, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran lintas pihak ini menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial bukan sekadar agenda rutin, melainkan program kolaboratif yang melibatkan banyak stakeholder.
Pemkab Gowa berharap penyaluran bantuan PKH dan sembako tidak hanya mengurangi beban pengeluaran keluarga pra-sejahtera, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi. Dengan strategi yang berlapis, Pemkab ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan.
