KabarMakassar.com — Program inovasi "Paburitta" (Pelayanan Program TB Untuk Masyarakat Turatea) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bululoe, Kabupaten Jeneponto ikuti ajang inovasi pelayanan publik di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Bululoe, Akhmad H. Zakkir kepada awak media, Jumat (18/03).
Menurutnya, program itu bertujuan untuk mendatangi dan melakukan pola screening dirumah pasien penderita.
"Tentunya, untuk mengurangi paparan infeksi terhadap pasien penderita agar dapat penyebaran penyakitnya dapat diminimalsir bahkan pasien langsung dibawakan obat dan makanan tambahan," jelasnya.
Olehnya itu, Zakkir meminta pemerintah khususnya warga agar mendukung inovasi "Paburitta" yang digagas pertama kali oleh Ali Hamzah.
"Kami ingin menuntaskan penderitan TB pada skala Kabupaten khususnya wilayah Puskesmas Bululoe itu sendiri," ucapnya.
Selain itu, Zakkir mengaku jika pernah menggagas inovasi sebelum "Paburitta".
"Inovasi yang pernah kita buat yaitu KAMI SIAP MELAYANI dengan Per AS (Kerja Keras, Kerja Tuntas, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas)," bebernya.
Sementara Ali Hamzah selaku penggagas inovasi mengatakan Program Pelayanan "PA'BURITTA" beridentik dengan kearifan lokal.
"Metode ini diterapkan untuk mengontrol penderita agar meminum obatnya secara teratur hingga tuntas lantaran sejauh inj banyak pasien yang putus obat," jelasnya.
Meski demikian, inovasi ini sebelumnya menemui banyak kendala akibat Pandemi Covid-19.
"Sehingga kita menggunakan penderita TB Prostekmen untuk menyasar penderita lainnya,"terangnya.
Bahkan, setelah munculnya inovasi ini, pasien merasa dimudahkan.
"Tentunya menghemat biaya, tenaga, karena kita tau mereka itu orang sakit. Jadi butuh proses penyembuhan dan membina hubungan emosian antara pasien dan petugas.














