KabarMakassar.com — PT PLN (Persero) UP3 Pinrang terus berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan rumah tangga. Salah satu kendala teknis yang kerap membingungkan pelanggan prabayar adalah munculnya tulisan “PERIKSA” pada layar kWh meter. Menanggapi hal tersebut, PLN UP3 Pinrang merilis panduan edukasi untuk mengenali faktor-faktor pemicunya demi keamanan bersama.
Tulisan “PERIKSA” merupakan indikator bahwa sistem proteksi meteran mendeteksi adanya kondisi tidak standar pada instalasi listrik rumah. Terdapat 5 penyebab utama yang perlu diketahui oleh pelanggan:
1. Arus Bocor: Terjadi akibat adanya isolasi kabel yang terkelupas dan menyentuh bagian bangunan seperti plafon atau tembok, atau disebabkan oleh kualitas instalasi kabel yang buruk.
2. Masalah Grounding: Kondisi di mana kabel ground menyatu dengan kabel netral, atau akibat pemasangan sistem pembumian (grounding) di rumah yang tidak sesuai standar teknis.
3. Tombol Temper Terbuka: Tutup terminal tempat kabel masuk ke kWh meter dalam keadaan terbuka atau kendor, sehingga memicu sensor anti-utak-atik (tamper) menyala sebagai bentuk proteksi keamanan dari manipulasi meteran.
4. Kabel Terbalik: Adanya kesalahan pada pemasangan kabel fasa dan kabel netral pada bagian input maupun output meteran listrik.
5. Gangguan Teknis: Terjadinya kerusakan atau malafungsi pada komponen internal di dalam perangkat kWh meter itu sendiri.
Pihak PLN UP3 Pinrang mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak panik jika menemukan kondisi ini di rumah mereka. Demi menjaga aspek keselamatan kerja dan menghindari risiko bahaya kelistrikan, masyarakat dilarang keras mengutak-atik meteran sendiri dan diminta segera melaporkan kendala tersebut melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan aman oleh petugas resmi PLN













