kabarbursa.com
kabarbursa.com

Pertamina Pastikan Stock BBM Makassar Aman Meski Antrean Mengular

Pertamina Pastikan Stock BBM Makassar Aman Meski Antrean Mengular
Pengisian BBM Subsidi di SPBU (Dok: Sinta KabaMakassar).

KabarMakassar.com — Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar mengular hingga ke jalan.

Kondisi tersebut bahkan disebut berlangsung dalam dua hingga tiga bulan terakhir, meski Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke SPBU tetap berjalan lancar setiap hari.

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, mengatakan antrean panjang tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan pada pasokan pertamina.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tingginya antrean, salah satunya peningkatan permintaan dari sektor pariwisata dan logistik.

“Untuk kasus antrean yang terjadi dalam 2–3 bulan terakhir memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Kenaikan demand dari sektor-sektor pariwisata, logistik dan itu juga memiliki peranan yang cukup besar,” kata Rainier, Rabu (09/09).

Ia menegaskan pasokan BBM ke SPBU tetap dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal dan jumlah stock yang sudah disediakan.

“Stok selalu kami supply ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari. Tetapi antrean terus saja terjadi,” terangnya.

Rainier menyebut perilaku konsumen juga menjadi salah satu faktor yang sulit dikendalikan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar mengenai kondisi pasokan maupun harga BBM yang ada saat ini.

“Perilaku konsumen ini yang tidak bisa kami kontrol dan ini kami butuh semacam imbauan juga dari tokoh-tokoh masyarakat agar tidak terpancing dengan adanya pemberitaan-pemberitaan yang tidak sebenarnya,” jelasnya.

Menurut Rainier, panjangnya antrean bahkan masih terlihat hingga tengah malam. Ia menyebut petugas menemukan antrean kendaraan di SPBU hingga pukul 03.00 WITA.

“Sampai tadi malam saja di SPBU kami, jam 2 pagi sampai jam 3 pagi itu masih ada antrean,” katanya.

Pertamina juga meminta petugas SPBU menggali informasi langsung dari konsumen terkait alasan mereka mengantre. Dari penelusuran tersebut, muncul informasi mengenai kabar yang beredar bahwa harga BBM maupun LPG akan mengalami kenaikan.

“Berita-berita yang beredar sepertinya akan ada kenaikan harga BBM, akan ada kenaikan harga LPG. Dan itu kejauhan,” ujar Rainier.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah, termasuk memperpanjang jam operasional beberapa SPBU.

“Untuk BBM kami akan membuka beberapa SPBU penambahan jam operasionalnya,” ungkapnya.

Pertamina juga meminta dukungan aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan untuk membantu mengatur antrean yang meluber hingga ke luar area SPBU.

“Untuk mengatur antrean yang akan terjadi sampai di luar SPBU. Karena ini kami rasa sudah mengganggu ketertiban,” katanya.

Terkait ketersediaan BBM hingga akhir tahun, Rainier memastikan Pertamina terus menjaga stok di wilayah Sulawesi Selatan. Sementara dari sisi kuota, pemerintah provinsi disebut telah mengajukan permohonan penambahan alokasi kepada pemerintah pusat melalui BPH Migas.

“Secara kuota sudah dari pemerintah provinsi, dari Bapak Gubernur sudah bermohon kepada pemerintah SDM, kepada BPH Migas untuk penambahan alokasi atau kuota, baik itu BBM jenis subsidi maupun yang akan dijadikan subsidi,” katanya.

Ia kembali menegaskan dari sisi stok, Pertamina memastikan pasokan tetap tersedia.

“Untuk secara stok dari Pertamina, kami terus memastikan stok selalu tersedia untuk di wilayah Sulawesi Selatan,” tukasnya.