KabarToraya.com — Memperkuat toleransi antar umat beragama di Sulawesi Selatan, panitia Konvensi Pendeta Gereja Toraja beserta rombongan berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di jalan Masjid Raya Makassar, Jumat (13/5).
Rombongan konvensi pendeta Gereja Toraja yang berkunjung ke MUI Sulsel dikomandoi oleh dipimpin Ketua Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja (BPS GT) Pdt Dr Alfred Anggui. Kunjungan yang dilakukan oleh panitia konvensi ini sekaligus mengundang Anregurutta Haji (AGH) Prof Najamuddin Abduh Shafa beserta jajaran pengurus MUI Sulsel untuk hadir dalam pembukaan konvensi pendeta Gereja Toraja yang diikuti sekira seribu pendeta.
Dalam kunjungannya pendeta Alfred mengaku adem dan tenang saat diterima langsung oleh jajaran pengurus MUI Sulsel.
"Kalau duduk bersama begini sangat adem rasanya, kita berada dalam suasana tenang disini,"ujar Pdt Alfred.
Ia pun menyampaikan maksud dan tujuannya dalam pertemuan tersebut dalam rangka menghadiri acara konvensi pendeta gereja Toraja serta sekaligus mengundang dalam konvensi berskala nasional tersebut.
Meski sempat tertunda tahun 2020 karena pandemi Covid-19, Konvensi Nasional ke-3 Pendeta Gereja Toraja dilanjutkan dan bakal berlangsung anntinya di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 18-20 Mei 2022. Hal ini dilakukan agar nilai kebersamaan terus dijaga. Pendeta Alfred juga menuturkan bahwa lokasi tersebut sengaja dipilih sebagai sarana penyampaian pesan kerukunan antar umat beragama.
Pdt Alfred menjelaskan jika sengaja memilih kompleks Asrama Haji di Kota Makassar sebagai pesan damai dan persahabatan dengan semua agama sekaligus memperlihatkan semangat nasionalisme di NKRI tercinta. Ia juga menyampaikan jika para pendeta berkumpul di asrama haji dengan niat menjalankan kegiatan yang baik, maka kesan perdamaian antar umat beragamanya akan lebih terasa.
Lebih lanjut Pdt Alfred menyampaikan jika kerukunan umat beraga di Toraja juga sangat tinggi, "Dimana teman-teman Muslim itu nyaman sekali. Kalau ada bencana, itu Majelis Ta’lim hadir membantu. Untuk itu kami berharap ada dari MUI bisa hadir menyapa," ujar Alfred Anggui.
Anregurutta Prof Najamuddin menyambut baik kedatangan rombongan panitia konvensi pendeta dan menyampaikan rasa terima kasihnya telah berkunjung serta hal pertemuan tersebut merupakan hal yang baik dalam urusan kebangsaan Indonesia.
"Kami harapkan pertemuan seperti ini, jangan hanya hari ini. tetapi terus jaga nilai toleransi kita dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, kita sama-sama warga negara toleransi yang perlu kita jaga bersama, terima kasih sudah datang ke MUI," tutur Anregurutta.
Hadir dalam pertemuan panitia Konvensi pendeta GT dan juga jajaran BPS GT juga disambut oleh, Sekretaris Umum MUI Sulsel Dr KH Muammar Bakry Lc MA, Wakil Ketua Umum MUI Sulsel Dr KH Mustari Bosrah MA, DR KH Hasid Hasan Palogai MA, dan Andi Suriati Barisi S Ag, dan Staf Ahli Kesra dan Keagamaan Gubernur Sulsel H Suherman SE MM.
Selain itu dari pihakBPS GT dan panitian Konvensi yang hadir antara lain, Sekretaris PGIW Pdt Y Metris M Th, Kombes Pol Darma Lelepadang, Soni Budi Pandin ST, Mesakh Rantepadang, SH, Letkol Purn Pol Lute Lantang, Aris Titti, Novianus Patanduk, dan Ais Sakar.













