KabarMakassar.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2A) Kota Makassar kembali menggelar kajian rutin bagi seluruh pegawainya, berlangsung di ruang kerja DP3A ini, Jumat (22/08).
Kegiatan merupakan upaya untuk memperkuat spiritualitas, karakter, dan kebersamaan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Kepala DPPPA Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes, menyampaikan bahwa kajian rutin ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di lingkungan kerja.
Menurutnya, ASN yang berkarakter dan memiliki kesadaran spiritual lebih mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat, khususnya di sektor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Melalui kajian rutin ini, kami ingin membangun lingkungan kerja yang lebih harmonis, penuh keberkahan, serta memperkuat kesadaran kolektif untuk terus berkontribusi membangun Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. ASN yang sehat secara mental dan spiritual akan lebih siap menghadapi tantangan pelayanan publik,” ujar drg. Ita.
Kegiatan ini dihadiri oleh pegawai lintas bidang di DP3A, mulai dari unit pemberdayaan perempuan hingga perlindungan anak. Dalam kajian tersebut, drg. Ita juga menekankan pentingnya kolaborasi internal antarpegawai untuk memastikan program-program pemerintah berjalan optimal.
“Pelayanan publik tidak hanya soal teknis, tapi juga soal empati, kesabaran, dan konsistensi. Dengan penguatan spiritual dan karakter, setiap pegawai bisa melayani masyarakat dengan hati, bukan sekadar menjalankan prosedur,” tambahnya.
Selain membahas penguatan internal ASN, kajian rutin ini juga dimaksudkan sebagai ruang refleksi bagi strategi kerja DP3A, termasuk penyesuaian program yang relevan dengan kebutuhan perempuan dan anak di Makassar. Dengan pola ini, diharapkan pelayanan tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga berorientasi pada manusia sebagai pusat perhatian.
Drg. Ita menegaskan, kegiatan serupa akan menjadi agenda berkelanjutan bagi DP3A. Ia berharap model ini bisa menjadi contoh bagi SKPD lain di Makassar, bahwa penguatan karakter dan spiritual ASN menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
“Kita ingin setiap pegawai tidak hanya bekerja, tapi juga berkembang secara mental dan spiritual. Ini investasi penting agar pelayanan publik benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutup drg. Ita.













