kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Perkuat Identitas Budaya, Bosowa Taksi Terapkan Atribut Adat Bugis-Makassar

Perkuat Identitas Budaya, Bosowa Taksi Terapkan Atribut Adat Bugis-Makassar
Penggunaan songkok recca dan bando bugis yang digunakan oleh para petugas lapangan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Sebagai langkah nyata dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan kearifan lokal kepada para pendatang, Bosowa Taksi resmi menghadirkan inovasi layanan.

Petugas pria diwajibkan menggunakan atribut budaya berupa songkok recca dan penggunaan bando bugis ditujukan untuk petugas wanita pada jajaran dispatcher atau petugas lapangan.

Kebijakan visual baru yang diaplikasikan pada seragam operasional harian ini mulai diberlakukan secara efektif bagi seluruh dispatcher di area kedatangan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin sejak akhir Mei 2026.

Sebagai ikon taksi legendaris di kawasan Indonesia Timur, khususnya di Kota Makassar, Bosowa Taksi terus beradaptasi dan berinovasi dalam memberikan layanan yang prima.

Dengan fokus operasional yang saat ini dioptimalkan untuk melayani mobilitas penumpang dari bandara menuju pusat kota maupun destinasi sekitarnya, para dispatcher yang bersiaga di bandara memegang peran krusial.

Mereka merupakan garda terdepan sekaligus “wajah pertama” yang menyambut para tamu sesaat setelah menginjakkan kaki di tanah Anging Mammiri.

Mewakili Tim Operasional Bosowa Taksi, Sahdan menjelaskan bahwa pengadaan kelengkapan atribut adat ini bukan sekadar pembaruan seragam semata, melainkan memiliki filosofi dan tujuan strategis bagi nilai pelayanan perusahaan.

“Tujuan utama dari pengadaan ini adalah untuk memberikan sentuhan hospitality atau keramahtamahan khas Sulawesi Selatan sejak pandangan pertama,” ucapnya, berdasarkan keterangan yang diterima, Selasa (9/6).

“Kami ingin para wisatawan, pebisnis, maupun masyarakat yang baru tiba bisa langsung merasakan budaya Makassar yang hangat, beretika, dan bersahabat” jelasnya.

Lebih lanjut, Sahdan menambahkan terkait hasil yang diharapkan dari inisiatif kultural ini.

“Harapan kami, ketika pelanggan melihat dispatcher Bosowa Taksi mengenakan Songkok Recca atau Bando Bugis, mereka langsung mengenali bahwa mereka sedang dilayani oleh transportasi kebanggaan Sulawesi Selatan,” paparnya.

“Kami ingin budaya lokal hadir dalam pelayanan sehari-hari, sehingga tidak hanya menjadi warisan yang disimpan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan masyarakat dan wisatawan” terangnya.

Langkah kultural ini mendapat dukungan penuh dari manajemen pusat, Chief Operating Officer Bosowa Transportation Muki Prasetiyo, menyatakan, bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen besar perusahaan untuk menyelaraskan keunggulan operasional dengan kearifan lokal.

“Bosowa Taksi, sebagai bagian dari ekosistem Bosowa Transportation tidak hanya fokus pada aspek komersial dan fungsional, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berdampak sosial-budaya,” ungkapnya.

Pengadaan atribut adat pada lini terdepan Bosowa Taksi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya Bugis-Makassar.

“Kami ingin menegaskan bahwa modernisasi layanan transportasi yang kami usung akan selalu berjalan beriringan dengan akar budaya lokal,” tuturnya.

Inisiatif penggunaan atribut adat di sektor layanan publik ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi yang harmonis antara standar profesionalisme operasional perusahaan dengan upaya menjaga kelestarian budaya nusantara di tengah modernisasi zaman.

error: Content is protected !!