KabarMakassar.com — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Jeneponto memastikan kondisi masyarakat di wilayahnya dalam keadaan aman dan terkendali usai diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) pagi.
Berdasarkan data rilis resmi BMKG, gempa berkedalaman 10 kilometer yang berpusat di laut pada koordinat 8,33° LS dan 121,32° BT tersebut sempat memicu dikeluarkannya peringatan dini potensi tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir.
Guncangan gempa yang terjadi sekira pukul 05.58 WITA tersebut sempat memicu kepanikan warga di beberapa titik pesisir Kabupaten Jeneponto.
Sesaat setelah merasakan guncangan dan mendengar kabar peringatan dini tsunami, sejumlah warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri menuju lokasi-lokasi terbuka yang lebih tinggi dan jauh dari garis pantai.
Warga memilih bertahan sementara di area lapangan, tepi jalan raya, serta halaman sarana umum guna mengantisipasi risiko runtuhnya bangunan atau potensi gelombang laut yang naik, sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dipastikan aman.
Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Jeneponto dalam laporan pemutakhiran per pukul 16.30 WITA mengonfirmasi bahwa peringatan dini tsunami saat ini telah dinyatakan berakhir. Pihaknya memastikan belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian materil di daerah bersangkutan.
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah lokasi,BPBD Jeneponto memastikan tak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Selain itu, belum terdeteksi adanya kerusakan pada permukiman warga, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, maupun tempat ibadah serta tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jeneponto, Andi Patoppoi menyatakan bahwa jajarannya terus siaga dan bergerak di lapangan untuk memastikan keselamatan warga.
“Melakukan pemantauan langsung dan assessment*l di seluruh wilayah Jeneponto, khususnya kawasan pesisir pantai,” ujarnya
Disamping itu, pihaknya juga berkoordinasi intensif dengan jajaran Pemerintah Daerah, TNI/Polri, serta BMKG. Termasuk, mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Disisi lain, menginstruksikan warga untuk senantiasa memantau saluran informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat.
BPBD Kabupaten Jeneponto menegaskan hingga saat ini monitoring serta evaluasi berkala terus berjalan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan maupun dampak lanjutan lainnya.













