KabarMakassar.com — Pimpinan Pusat Muhammadiyah memastikan pelaksanaan Pengkajian Ramadan 2026 akan digelar pada 24–26 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin, menegaskan bahwa seluruh persiapan kegiatan terus dimatangkan mengingat waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan awal Ramadan.
“Percepatan persiapan menjadi penting agar pelaksanaan Pengkajian Ramadan berjalan optimal dan memberi manfaat luas,” ujar Izzul dalam keterangan, Selasa (04/02).
Ia menekankan bahwa Pengkajian Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis yang harus meninggalkan jejak pemikiran bagi generasi mendatang. Karena itu, aspek dokumentasi dan publikasi menjadi perhatian utama.
“Kegiatan ini harus terdokumentasi dengan baik, baik rekaman maupun catatan tertulis, supaya hasil kajiannya bisa diwariskan dan dibaca oleh generasi berikutnya,” tegasnya.
Selain itu, PP Muhammadiyah juga menaruh perhatian pada pengelolaan peserta secara tertib dan akurat. Pendataan yang jelas dinilai penting untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal.
“Kami ingin memuliakan peserta yang hadir, dengan persiapan yang terencana dan data yang jelas,” tambah Izzul.
Dukungan penuh juga disampaikan pimpinan UMT selaku tuan rumah. Rektor Desri Arwen menyatakan kesiapan kampus dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami berharap Pengkajian Ramadan 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi penguatan peran Muhammadiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Pembina Harian UMT, M. Naisan, yang menegaskan kesiapan fasilitas kampus untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan.
“Ini merupakan kehormatan bagi UMT. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Hefinal, menekankan pentingnya kesiapan panitia secara menyeluruh mengingat skala kegiatan yang besar.
“Pengkajian Ramadan merupakan agenda besar Muhammadiyah, sehingga kesiapan struktur dan pembagian tugas harus solid,” ujarnya.
Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah 2026 diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi pemikiran keislaman dan kebangsaan Muhammadiyah menjelang bulan suci Ramadan.
